Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Klarifikasi Soal Notifikasi Hasil Seleksi Sekda Bondowoso, Akui Bukan Protes, Hanya Masukan

Faqih Humaini • Kamis, 12 Juni 2025 | 21:43 WIB
Ilustrasi Kursi Sekda
Ilustrasi Kursi Sekda

KADEMANGAN, Radar Ijen - Proses seleksi terbuka (selter) untuk jabatan Sekretaris Daerah (Sekda)  Bondowoso kini memasuki tahap akhir.

Namun, munculnya notifikasi kelolosan kepada peserta melalui aplikasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) memicu kebingungan di daerah.

Namun begitu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memberikan masukan perihal kebijakan tersebut.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bondowoso, Mahfud Junaidi, menegaskan bahwa pihaknya tidak mengajukan protes atau keberatan atas kebijakan tersebut.

Ia menyebut apa yang disampaikan di grup PIC ASN karir se-Indonesia bukanlah bentuk penolakan, melainkan masukan agar ke depan sistem pemberitahuan lebih sinkron dengan tahapan pengumuman resmi.

“Kami tidak protes. Itu hanya masukan kepada pihak pengelola aplikasi atau provider. Karena ketika peserta mendapat notifikasi, padahal pengumuman resminya belum keluar, tentu bisa menimbulkan kegaduhan atau salah persepsi di daerah,” ujarnya.

Mahfud juga mengakui bahwa pihaknya belum menerima informasi resmi dari BKN terkait Pertek (persetujuan teknis) tiga besar hasil seleksi.

Menurutnya, hal itu sepenuhnya berada di bawah kewenangan BKN, yang mungkin masih terkendala proses verifikasi maupun libur nasional.

“Verifikasi dari BKN memang sangat detail, dan mungkin juga terkendala cuti bersama kemarin. Jadi kami masih menunggu. Belum ada yang bisa diumumkan,” tambahnya.

Soal notifikasi yang diterima sebagian peserta, Mahfud mengaku tidak mengetahui secara teknis bagaimana sistem aplikasi tersebut bekerja.

Ia menyebut bahwa secara prinsip, notifikasi itu mestinya diberikan kepada peserta, bukan kepada panitia daerah, dan itu pun sebaiknya dilakukan setelah ada kejelasan resmi.

Mahfud menekankan pentingnya koordinasi dan evaluasi sistem seleksi digital agar ke depannya lebih rapi dan tidak menimbulkan multitafsir.

“Ini murni bagian dari evaluasi sistem, bukan masalah protes. Tujuan kami semua kan sama, yakni agar proses berjalan transparan dan tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat,” pungkasnya (faq)

Editor : M. Ainul Budi
#seleksi sekda #Bondowoso