Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bondowoso Pelopori Transformasi Layanan Petani lewat Klinik Pertanian Berbasis Edukasi

Faqih Humaini • Rabu, 11 Juni 2025 | 02:25 WIB
MENINJAU: Bupati Bondowoso saat melihat beberapa produk obat pertanian (FAQIH/RJ)
MENINJAU: Bupati Bondowoso saat melihat beberapa produk obat pertanian (FAQIH/RJ)

MAESAN, Radar Ijen -  Kabupaten Bondowoso mencatat sejarah baru dalam pengembangan layanan pertanian di tingkat daerah.

Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), Pemkab resmi meluncurkan Klinik Pertanian pertama di Kecamatan Maesan, Selasa (10/6), sebagai pusat layanan terpadu berbasis teknologi, edukasi, dan pendampingan petani.

Klinik Pertanian yang berlokasi di Desa Pakuniran ini diresmikan langsung oleh Bupati Abdul Hamid Wahid.

Ia hadir didampingi Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i, Pj Sekda Anisatul Hamidah, Ketua Komisi III DPRD Bondowoso Tohari, serta sejumlah kepala OPD.

Para pejabat juga berkesempatan meninjau langsung aktivitas pelayanan yang tersedia di Klinik tersebut.

Sebagai program unggulan yang juga merupakan janji politik Bupati dan Wabup, Klinik Pertanian dirancang bukan hanya untuk layanan teknis seperti diagnosis hama, rekomendasi pupuk, atau pendataan e-RDKK.

Namun, lebih dari itu, klinik ini berfungsi sebagai pusat edukasi dan inovasi petani di tingkat akar rumput.

Pelayanan berlangsung setiap hari kerja dengan jam operasional yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Bupati Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa kehadiran Klinik Pertanian menjadi bagian dari strategi besar membangun ekosistem pertanian yang tangguh dan terintegrasi.

Ia menyebut sektor pertanian sebagai “nadi kehidupan ekonomi Bondowoso” yang harus diperkuat secara menyeluruh, mulai dari ilmu pengetahuan, akses teknologi, hingga jejaring pasar.

“Ini bukan sekadar tempat konsultasi, tetapi pusat inovasi dan kolaborasi.Petani, penyuluh, tenaga ahli, dan semua pemangku kepentingan akan berinteraksi aktif di sini,” tegasnya.

Dengan peluncuran ini, Bondowoso bahkan menjadi salah satu inisiator nasional dalam pelayanan pertanian berbasis klinik.

Pemerintah setempat berharap, model ini dapat direplikasi di seluruh desa sebagai bagian dari gerakan membangun pertanian berbasis pengetahuan dan teknologi.

Ke depan, Pemkab Bondowoso berkomitmen memperluas Klinik Pertanian ke seluruh kecamatan dengan menggandeng dunia usaha dan lembaga keuangan.

“Kita ingin membangun pertanian yang tak hanya mandiri, tapi juga berdaya saing tinggi. Ini adalah pijakan awal menuju transformasi besar sektor pertanian Bondowoso,” pungkasnya. (faq)

 

 

Editor : M. Ainul Budi
#Pemkab Bondowoso #bupati bondowoso #Abdul Hamid Wahid #DPRD Bondowoso #Bondowoso