radar jember - TAK heran jika banyak pihak yang menyayangkan, kondisi Puncak Megasari saat ini.
Sebelumnya tempat tersebut mendapatkan banyak perhatian, lewat event nasional hingga internasional yang diselenggarakan di tempat itu.
Namun sayang, dalam beberapa tahun terakhir hampir tak ada acara yang pemicu khalayak umum berkunjung.
Tercatat, sejak tahun 2016, Puncak Megasari Bondowoso kerap menjadi venue acara Pemkab yang bertajuk nasional hingga internasional.
Misalnya Ijen Geopark Run Exhibition pada 2021 lalu, serta Ijen Trail Running yang pernah diikuti oleh 22 negara.
Selain itu, tempat tersebut sempat menjadi lokasi Ijen Fun Fly, Paragliding Trip Of Indonesia yang mendatangkan banyak atlet dirgantara, dari berbagai wilayah Indonesia hingga mancanegara.
Namun, sayang sejak beberapa tahun terakhir Puncak Megasari tak lagi dimanfaatkan untuk lokasi take off paralayang dan gantole.
Akibat tak ada tempat pendaratan atau landing. Sebelumnya, tempat tersebut didapatkan atas kerjasama dengan PTPN 1 Regional 5.
Pjs Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Bondowoso, Chuk S Widharsa menjelaskan, Megasari tak digunakan sebagai tempat take off paralayang, sejak 2019. Tepatnya ketika kontrak penggunaan lahan PTPN seluas 2 hektar berakhir.
Lahan itu yang menjadi lokasi pendaratan paralayang.
Menurutnya, biaya sewa lahannya mencapai sekitar Rp 15 juta per tahun, dengan pembayaran di awal untuk kontrak 5 tahun.
Namun, saat itu pemerintah daerah tak lagi memperpanjang sewa lahan. Kini, atlet-atlet dirgantara asal Bondowoso tak ada tempat untuk berlatih.
Dirinya mengaku menyayangkan hal itu. Pasalnya, saat dirinya dan atlet dirgantara asal Bondowoso membabat Puncak Megasari sebagai lokasi Take Off Paralayang.
Ada banyak sambutan positif dari pecinta Paralayang dari dalam maupun luar negeri.
Diketahui, di Indonesia hanya ada empat lokasi Take Off Paralayang dengan Flying set paling ideal dari ketinggian 500 meter.
Yakni di Puncak Megasari, Bondowoso. Mantar, Sumbawa. Manado, Sulawesi Utara, dan Agam, Sumatera Barat.
"Tidak ada di Indonesia yang secara view yang menyamai Puncak Megasari. Kecuali di Agam, Sumatera barat karena view ada Danau Maninjau," ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, Mulyadi membenarkan, sewa lahan seluas dua hektar itu, memang tak diperpanjang sejak beberapa tahun terakhir.
Oleh sebab itu, tak ada aktivitas paralayang atau event di Puncak Megasari.
"Kendalanya kan sampai sekarang tempat landingnya itu," ujarnya dikonfirmasi terpisah.
Oleh sebab itu, dia mengaku masih melakukan komunikasi dengan PTPN 1 Regional 5, untuk kembali menyewa tempat landingnya. Karena, dulu pernah ada tempat landing namun kini digunakan lagi oleh PTPN. Selain itu, Pemkab Bondowoso akan bekerjasama dengan pihak ketiga, untuk melakukan pengelolaan. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi