Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang, teramati condong ke arah barat laut. Rekaman seismik menunjukkan aktivitas tremor menerus, mengindikasikan bahwa erupsi masih berlangsung saat laporan disusun. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan bahwa Gunung Raung masih berada pada status Level II atau Waspada. Kondisi ini menunjukkan adanya potensi erupsi susulan yang masih mungkin terjadi.
Salah satu faktor yang memperburuk situasi adalah cuaca di sekitar kawasan gunung yang tertutup kabut tebal selama lebih dari empat hari terakhir. Hal ini menyebabkan visibilitas menjadi rendah dan menyulitkan pemantauan visual langsung terhadap aktivitas kawah. Dengan situasi ini, pengawasan sepenuhnya mengandalkan alat pemantau seismik dan pengamatan jarak jauh.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, Sigit Purnomo, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas. "Kami sudah menyiagakan tim di sekitar wilayah yang berpotensi terdampak abu vulkanik. Selain itu, kami terus menyampaikan informasi terkini kepada masyarakat melalui kanal resmi," ujarnya.
Dia juga menekankan pentingnya masyarakat mengikuti rekomendasi dari otoritas kebencanaan dan tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak kawah. "Kami imbau masyarakat, terutama wisatawan dan pendaki, agar tidak nekat mendekati kawah apalagi bermalam di kawasan kaldera. Ini sangat berbahaya karena erupsi bisa terjadi sewaktu-waktu," tegasnya.
Dalam evaluasinya, Sigit menyatakan bahwa respons awal masyarakat dinilai cukup baik, meskipun masih ada segelintir warga yang mencoba mendekati kawasan rawan untuk dokumentasi. "Kami masih menemukan beberapa orang yang mencoba mengambil gambar dari jarak dekat. Ini tentu sangat kami sayangkan dan akan kami tindak dengan pendekatan persuasif," katanya.
BPBD Bondowoso berkomitmen untuk terus memperkuat edukasi kebencanaan di wilayah-wilayah sekitar Gunung Raung. "Kami akan mengintensifkan sosialisasi di desa-desa terdekat agar masyarakat semakin sadar akan risiko bencana dan tidak menganggap enteng peringatan yang sudah dikeluarkan," pungkasnya. (faq/fid)
Editor : Hafid Radar Jember