Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Seni dan Budaya Bondowoso Menolak Punah, Desa Budaya Akan Bertambah Pembinaan Terus Jalan

Ilham Wahyudi • Rabu, 4 Juni 2025 | 01:10 WIB
WASPADAI: Pantauan limpasan di pintu air bendungan Sungai Bedadung, Rowotamtu, kemarin.
WASPADAI: Pantauan limpasan di pintu air bendungan Sungai Bedadung, Rowotamtu, kemarin.

DABASAH, Radar Ijen - Di balik aroma kopi dan hijaunya pegunungan, Bondowoso menyimpan nafas budaya yang kuat.

Desa-desa yang dulunya hanya dikenal lewat hasil pertanian, kini mulai dikenal sebagai penjaga warisan budaya.

Saat ini ada 7 desa yang ditetapkan sebagai desa budaya, bahkan tahun ini rencananya akan kembali ditambah. 

Di tengah gempuran budaya digital dan gaya hidup modern, Bondowoso justru bersiap menambah satu lagi Desa Budaya tahun ini.

Artinya, denyut tradisi dan kearifan lokal di Bumi Ki Ronggo belum akan padam. Sebaliknya, terus dijaga, dirawat, dan dihidupkan.

Langkah ini diambil Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, setelah melihat masih banyak desa yang aktif menjaga warisan leluhur.

Baik melalui seni pertunjukan, adat istiadat, ritual tradisi, hingga bentuk-bentuk ekspresi budaya lainnya.

“Kami ingin budaya itu tidak sekadar jadi tontonan, tapi juga jadi tuntunan dan identitas masyarakat,” kata Gede Budiawan, Kabid Kebudayaan Disparbudpora Bondowoso.

Proses penilaian tidak dilakukan lewat jalur birokrasi seperti desa atau kecamatan. Tim langsung turun ke masyarakat.

Menyambangi pelaku seni, tetua adat, tokoh kampung, mereka dianggap benar-benar hidup bersama tradisi.

Ada berbagai pertimbangan, agar desa dapat ditetapkan sebagai desa budaya.

“Pengetahuan seni tradisi itu kadang hanya diketahui oleh segelintir orang tua. Maka kami cari langsung ke mereka,” ucapnya.

Saat ini, Bondowoso sudah memiliki tujuh desa budaya: Desa Ramban Kulon, Prajekan Lor, Banyuputih, Blimbing, Sukosari Kidul, Karang Melok, dan Klabang.

Tahun ini akan bertambah satu lagi, meski kandidatnya masih dirahasiakan.

Penetapan Desa Budaya bukan cuma tempelan nama. Ada pendampingan berkala dari pemkab, terutama pada regenerasi. Disparbudpora rutin memberikan pelatihan, membina sanggar seni, hingga membantu peralatan tradisi sesuai permintaan warga.

“Tujuannya, agar anak muda tak canggung lagi memainkan seni dan tradisi di desanya,” tuturnya. (ham)

Editor : M. Ainul Budi
#desa budaya #Bondowoso