DABASAH, Radar Ijen - Kawasan Ijen di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, tidak hanya memesona dengan keindahan alamnya, tetapi juga menyimpan jejak sejarah geologi yang sangat panjang.
Di balik deretan gunung yang kini tampak menjulang, terdapat proses alam luar biasa yang membentuk lanskap tersebut selama puluhan ribu tahun.
Ketua Pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG) Bondowoso Tantri Raras Ayuningtias menjelaskan, Pada awalnya, kawasan ini tidak terdiri dari banyak gunung seperti sekarang.
Dahulu, hanya ada satu gunung raksasa yang dikenal sebagai Gunung Ijen Purba.
"Gunung ini diperkirakan memiliki ketinggian hingga 3.500 meter di atas permukaan laut dan menjadi pusat aktivitas vulkanik di masa lalu," katanaya.
Sekitar 70.000 tahun lalu, Gunung Ijen Purba mengalami letusan besar.
Letusan ini terjadi karena adanya dapur magma besar dengan sifat magma yang sangat asam.
Peristiwa tersebut menjadi awal dari serangkaian perubahan geologi besar yang membentuk kontur pegunungan di sekitarnya.
Letusan dahsyat itu menyebabkan runtuhnya sebagian tubuh gunung, membentuk kaldera raksasa dan menciptakan jalur-jalur baru bagi aktivitas magma.
Seiring waktu, terbentuklah gunung-gunung baru di sekitar kaldera yang berasal dari erupsi-erupsi susulan.
Proses ini terjadi perlahan namun terus-menerus selama ribuan tahun.
Kini, kita bisa melihat hasil dari proses alam tersebut dalam bentuk gugusan pegunungan yang mengelilingi kawasan Ijen.
Salah satu yang paling terkenal adalah Gunung Ijen dengan kawahnya yang ikonik, yang menyemburkan api biru dan menyimpan danau asam terbesar di dunia.
Keunikan geologi dan keindahan alam yang terbentuk dari sejarah panjang ini akhirnya mendapatkan pengakuan dunia.
Pada tahun 2023, Ijen resmi menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark, menjadikannya kawasan lindung yang memiliki nilai ilmiah, edukatif, dan pariwisata yang tinggi.
Lebih dari sekadar destinasi wisata, Ijen adalah cermin bagaimana bumi bekerja dalam skala waktu geologis.
"Setiap jalur pendakian, setiap batuan yang tersusun di lerengnya, dan setiap uap belerang yang keluar dari kawahnya menyimpan cerita panjang tentang bumi yang membentuk dirinya—perlahan, pasti, dan penuh keajaiban," pungkasnya. (faq)
Editor : M. Ainul Budi