Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

DPRD Bondowoso Minta Pemerintah Lebih Proaktif Soal Peduli Sampah, Fasilitasi Inovasi Pengolahan Sampah Komunitas

Faqih Humaini • Sabtu, 31 Mei 2025 | 02:35 WIB

 

BANYAK INOVASI: Sejumlah pemuda di Bondowoso terus menginisiasi mengolah dan memanfaatkan limbah sampah. Komunitas lingkungan semacam itu juga mendapat support dari DPRD Bondowoso.
BANYAK INOVASI: Sejumlah pemuda di Bondowoso terus menginisiasi mengolah dan memanfaatkan limbah sampah. Komunitas lingkungan semacam itu juga mendapat support dari DPRD Bondowoso.


KADEMANGAN, Radar Ijen - Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, mendorong Pemerintah untuk lebih proaktif dan jemput bola dalam merespons inisiatif masyarakat, khususnya komunitas lingkungan seperti Sarka Space yang telah menunjukkan langkah nyata dalam pengolahan sampah plastik menjadi energi alternatif.

Menurutnya, ini adalah solusi konkret yang tidak boleh dibiarkan tanpa dukungan serius dari pemerintah.

Sinung menyoroti aktivitas komunitas Sarka Space yang telah mampu mengolah sampah plastik menjadi solar melalui teknologi sederhana, namun berkelanjutan.

“Kami sudah lihat sendiri, mereka bukan hanya bicara, tapi benar-benar bekerja setiap hari. Ini adalah konsep waste to energy yang terbukti bisa diterapkan, bahkan di tingkat komunitas,” katanya.

Ia menilai permasalahan tata kelola sampah adalah isu krusial di setiap daerah, termasuk Bondowoso.

Maka, ketika ada solusi yang lahir dari masyarakat, pemerintah seharusnya tidak ragu untuk turun tangan.

“Selama ini kita pusing dengan urusan sampah, sekarang ada yang menawarkan solusi, kenapa tidak segera ditindaklanjuti?” ujarnya.

Sinung mengungkapkan bahwa sebelumnya pihak legislatif dan eksekutif, termasuk Dinas Lingkungan Hidup, telah mengunjungi markas Sarka Space dan menjanjikan bantuan alat, salah satunya kendaraan roda tiga. Namun hingga kini, alat tersebut belum diterima oleh komunitas.

“Saya akan segera kontak kepala dinas terkait agar ini bisa segera diupayakan. Alat itu memang sangat dibutuhkan untuk mendukung operasional mereka,” tegasnya.

Menanggapi isu bahwa pemerintah enggan memberikan bantuan karena khawatir komunitas akan bubar, Sinung menampiknya tegas.

Ia menilai kekhawatiran tersebut tidak berdasar dan justru merendahkan semangat anak-anak muda yang telah serius membangun gerakan lingkungan. “Kita tidak bisa mendahului Tuhan. Mereka sudah berjalan lama dan terbukti konsisten,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan melakukan kunjungan ke Banyuwangi bersama komunitas Sarka Space untuk mempelajari sistem pengelolaan sampah di sana, terutama pemanfaatan limbah plastik.

“Ini bagian dari upaya mencari pola yang lebih baik. Jangan hanya berharap pada anggaran besar, tapi abaikan inovasi kecil yang berdampak besar,” ujarnya.

Sinung menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus menjadi kerja kolektif antara masyarakat, legislatif, dan eksekutif.

“Pemerintah jangan pasif. Ketika masyarakat sudah bergerak, saatnya kita hadir, mendukung, dan memfasilitasi. Jangan biarkan potensi lokal ini jalan sendiri tanpa perhatian,” pungkasnya. (faq/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#Inovasi #Bondowoso #Sampah