KALIANYAR, Radar Ijen – Buat sebagian orang, ular itu menakutkan.
Tapi buat Ricky Sarosa, Ketua Komunitas Reptile Nation Bondowoso, ular adalah sahabat yang menyenangkan dan gampang banget dirawat.
Menurutnya, selama kita paham karakter dan kebutuhan dasarnya, siapa pun bisa memelihara ular tanpa ribet—terutama jenis yang nggak berbisa.
Ricky rutin memandikan ularnya dua hingga tiga hari sekali.
Tapi, kalau si ular kebetulan baru buang air besar atau kecil, langsung dibersihkan tanpa nunggu jadwal mandi.
“Ular bersih itu ular sehat. Jadi jangan tunggu kotor dulu baru dibersihin,” katanya.
Menariknya, Ricky juga punya cara alami buat ngatasi ular yang lagi nggak enak badan.
Kalau melihat gejala seperti pilek atau gangguan pernapasan, dia langsung rendam ular itu dalam air hangat yang dicampur dengan daun sirih.
“Daun sirih itu antiseptik alami. Biasanya setelah direndam, kondisi mereka membaik. Tapi kalau nggak juga, baru saya bawa ke dokter hewan,” ujarnya.
Menurut Ricky, penyakit yang paling sering menyerang ular peliharaan adalah pilek atau semacam sumbatan di saluran pernapasan.
Hal ini bisa disebabkan suhu lingkungan yang tak stabil atau kebersihan kandang yang kurang terjaga.
Makanya, selain rutin dimandikan, lingkungan kandang juga wajib dicek secara berkala.
Menariknya, kecintaan Ricky terhadap reptil nggak cuma terbatas pada ular piton reticulatus.
Di rumahnya, ada juga biawak, iguana, sampai tokek.
“Setiap jenis reptil punya karakter unik masing-masing. Tapi setelah kita kenal dan tahu cara rawatnya, justru jadi seru banget,” kata Ricky dengan semangat.
Melalui komunitas Reptile Nation Bondowoso, Ricky aktif membagikan ilmunya.
Mereka rutin bikin kegiatan edukasi, pameran reptil, hingga sosialisasi ke sekolah-sekolah.
Harapannya, makin banyak orang sadar kalau reptil bukan makhluk berbahaya.
Tapi justru bisa jadi peliharaan eksotis yang penuh pesona—asal dirawat dengan benar. (faq)
Editor : Imron Hidayatullahh