Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Warga Binaan Lapas Bondowoso Diberdayakan Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Ini Kegiatannya

Faqih Humaini • Selasa, 27 Mei 2025 | 14:49 WIB

BEKERJA: salah satu WPB Lapas Kelas IIB Bondowoso saat menvangkul (LAPAS BONDOWOSO)
BEKERJA: salah satu WPB Lapas Kelas IIB Bondowoso saat menvangkul (LAPAS BONDOWOSO)
Warga Binaan Lapas Bondowoso Diberdayakan Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Ini Kegiatannya,

DABASAH, Radar Ijen - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bondowoso menunjukkan komitmennya dalam mendukung program prioritas nasional melalui pemberdayaan warga binaan di sektor pertanian dan peternakan.

Langkah ini selaras dengan Asta Cita Presiden, khususnya poin tentang penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Lapas Bondowoso, Nunus Ananto, menegaskan bahwa pembinaan warga binaan tidak hanya difokuskan pada aspek mental dan hukum, tetapi juga diarahkan agar mereka mampu berkontribusi nyata pada sektor produktif.

“Kami mulai mengembangkan kegiatan pertanian dan peternakan dengan melibatkan warga binaan.

Ini bukan hanya bagian dari pembinaan, tapi juga bentuk nyata kontribusi pada ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Nunus menjelaskan, meskipun program ini masih dalam tahap awal, hasilnya sudah mulai terlihat.

Lapas Bondowoso memanfaatkan lahan yang ada untuk ditanami berbagai komoditas pertanian serta pengembangan peternakan skala kecil.

“Kami rintis pelan-pelan, dan akan terus kami dorong ke depan agar lebih produktif,” tambahnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga berencana menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk memperluas lahan pertanian dan meningkatkan kapasitas produksi.

Dengan dukungan pemerintah daerah, program pemberdayaan warga binaan ini diharapkan tidak hanya menjadi aktivitas internal, tetapi mampu menghasilkan output nyata yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Program ini juga menjadi wadah keterampilan bagi warga binaan, agar ketika mereka bebas nanti, mereka memiliki bekal untuk mandiri.

“Kami ingin saat mereka kembali ke masyarakat, mereka bukan beban, melainkan sudah punya keahlian dan mental kerja yang kuat,” kata Nunus.

Selain itu, Lapas Bondowoso tetap menyeimbangkan antara aspek pembinaan dan keamanan.

Sinergi dengan TNI-Polri terus diperkuat, khususnya dalam hal pengawasan, pemeriksaan, dan pengamanan lapas.

Nunus menekankan bahwa keamanan adalah pondasi penting dalam menjalankan program pembinaan yang produktif.

Dengan model pembinaan berbasis ketahanan pangan ini, Lapas Bondowoso berharap bisa menjadi percontohan lembaga pemasyarakatan yang produktif dan solutif.

"Kami buktikan bahwa meskipun dibalik jeruji, WBP Lapas Kelas IIB Bondowoso masih berkontribusi untuk negara, khususnya sektor ketahanan pangan," pungkasnya. (faq)

Editor : Nur Hariri
#Pemkab Bondowoso #Ketahanan pangan 2025 #Prabowo Subianto #lapas bondowoso #Presiden Prabowo