BADEAN, Radar Ijen - Gagal ginjal tak lagi identik dengan usia senja. Di Bondowoso, justru warga usia produktif kini mendominasi ruang dialisis RSUD dr H Koesnadi. Data terbaru menyebutkan, dari 145 pasien cuci darah rutin, rerata diantaranya berusia antara 25 hingga 30 tahun.
Temuan ini tentu mengejutkan. Sebab, usia tersebut semestinya jadi masa paling aktif dalam kehidupan, baik secara fisik, sosial, maupun ekonomi. Tapi kini, mereka justru harus rutin datang dua kali dalam sepekan ke rumah sakit untuk membersihkan darahnya dari racun tubuh akibat gagal ginjal.
Kepala Instalasi Dialisis RSUD Koesnadi, dr Suharto Sp PD menyebut, secara ilmiah belum ada kajian bahwa gagal ginjal disebabkan, akibat mengkonsumsi makanan cepat saji.
Rerata pasien cuci darah di rumah sakit milik Pemkab Bondowoso itu, akibat yang bersangkutan menderita hipertensi sejak muda, batu ginjal, diabetes, atau gangguan autoimun. "Bisa juga akibat terpapar obat-obat toxic. Misalnya obat pereda nyeri," imbuhnya.
Dia juga menyebut, penderita gagal ginjal juga dapat disebabkan m dampak buruk, konsumsi obat-obatan jangka panjang tanpa pengawasan. Terutama obat pereda nyeri dan obat herbal yang tidak terstandar.
Ironisnya, masih banyak pasien yang takut minum obat rutin seperti obat diabetes karena khawatir merusak ginjal. Padahal, justru jika penyakit dasarnya tak dikendalikan, risiko kerusakan ginjal makin besar. “Kalau minum obat diabetes dengan kontrol rutin, itu justru aman. Yang bahaya itu kalau diabetesnya dibiarkan tanpa pengobatan,” tegasnya.
Dokter Harto juga menekankan pentingnya kesadaran untuk rutin general check up sejak muda. Pemeriksaan tekanan darah, gula darah, hingga fungsi ginjal bisa menjadi langkah awal untuk mencegah kondisi yang lebih serius. “Jangan merasa masih muda lalu abai. Penyakit kronis sekarang banyak menyerang diam-diam. Tahu-tahu ginjal sudah rusak,” tandasnya.
Dengan fenomena tersebut, dia mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menjaga pola makan, tidak sembarangan mengkonsumsi obat, serta aktif melakukan pemeriksaan kesehatan, apalagi memiliki keluarga dengan riwayat penyakit berbahaya, seperti gagal ginjal, diabetes serta hipertensi. (ham/fid)
Editor : Hafid Radar Jember