Radar Jember - Kepala Desa Kaligedang, Kecamatan Ijen, Sukarto angkat bicara terkait insiden ketegangan antara warga setempat dengan anggota TNI yang terjadi sejak Kamis (15/5) sore hingga malam itu.
Menurutnya, kasus tersebut telah diredam, dan kini kondisinya kondusif.
Sukarto menyebut, ketegangan ini bermula dari warga yang membangun pondok sistem keamanan lingkungan (poskamling) menggunakan bambu.
Rencana tersebut rupanya mengalami miskomunikasi antara warga dengan lima anggota TNI yang berada di lokasi.
Hal itu menyebabkan ketegangan di yang sulit dikendalikan.
“Awalnya saya tidak tahu seperti apa, menurut keterangan warga itu kan bikin pondok siskamling pakai bambu. Memang bilang ke saya mau bikin pondok pakai bambu,” ujarnya.
Sukarto mengaku baru tiba dari kunjungan bersama bupati saat situasi sudah mulai memanas.
“Saya baru datang pascaikut kunjungan bupati. Kejadiannya kira-kira jam 17.00, warga mau bikin poskamling di kawasan Kaligedang. Tiangnya sudah dipasang, gotong royong kerja bakti,” jelasnya.
Begitu tiba di kantor desa, Sukarto melihat banyak warga sudah berkumpul.
Ia mengatakan langkah cepat yang diambil, yakni lima anggota TNI dibawa ke kantor desa untuk dilakukan mediasi.
“Situasi memang sulit diredam waktu itu, saya sampai di kantor desa sudah banyak warga yang berkumpul. Jadi anggota TNI itu dimediasi di kantor desa,” tambahnya.
Ketegangan yang semula hanya berupa adu argumen kemudian memuncak hingga malam hari.
Warga yang telanjur emosi melakukan aksi protes dengan memblokade jalan desa, menebang pohon, membakar ban bekas.
Serta membakar kantor dan kendaraan milik pihak kebun yang diduga terlibat dalam konflik lahan.
Insiden ini menyebabkan kerugian materi yang cukup besar.
Proses mediasi yang melibatkan pemerintah desa, aparat keamanan, serta kuasa hukum warga akhirnya berhasil meredakan ketegangan.
Mediasi dilakukan secara intensif hingga larut malam, dan sekitar pukul 24.00, situasi mulai mereda.
Tiga dari lima anggota TNI yang sebelumnya diamankan pun dipulangkan dengan pengawalan ketat sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan.
Sukarto menegaskan, situasi di Desa Kaligedang sudah mulai kondusif.
Ia mengimbau warga agar tetap tenang dan menyerahkan penyelesaian masalah lewat jalur hukum serta mediasi yang sedang dilakukan oleh berbagai pihak terkait.
“Untuk saat ini, situasinya sudah mulai kondusif setelah beberapa pihak melakukan mediasi,” pungkasnya. (faq/c2/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh