BADEAN, Radar Ijen - Selama periode Januari hingga bulan April 2025, Bulog Bondowoso memiliki target serapan padi sebanyak 25 ton setara beras.
Namun, hingga kemarin (30/4) serapannya masih berada di angka 10 ribu ton saja. Salah satu alasannya adalah kurang mesin pengering (dryer).
Kepala Cabang Bulog Bondowoso Hesty Retno Kusumastuti mengatakan, penyerapan karena gabah kering sawah ini butuh mesin pengering dan lantai jemur.
Sementara hingga saat ini, Bulog Bondowoso belum memiliki hal tersebut. Sehingga mereka hanya mengandalkan mitra penggilingan yang sudah bekerjasama.
Sementara kapasitas mesin pengeringan mitra penggilingan dianggap terbatas. Ditambah intensitas hujan yang masih tinggi. Hal itu membuat penyerapan padi dari petani rendah.
Meski pada April mulai mengalami peningkatan. Jumlah mitra penggilingan Bulog saat ini yakni 11 mitra maklon dan 26 mitra skala besar.
Tercatat per mitra penggilingan mencapai 15 ton. Karena itulah, pihaknya bisa mengejar penyerapan hingga di angka 10 ribuan sampai April ini.
Melihat capaian itu, target serapan 25 ribu ton diperpanjang hingga akhir Mei mendatang. "Kami meyakini serapan bisa dioptimalkan," ujarnya.
Ia mengaku optimis di bulan Mei target bisa tercapai. Karena, berdasarkan penghitungan estimasi ada 64 ribu ton gabah kering sawah petani yang akan panen.
Kendala mesin pengering juga mulai menemukan titik terang. Kantor pusat Bulog berencana memberikan mesin pengering menggunakan tenaga matahari di Bondowoso.
"Ada rencana dari pemerintah pusat juga melakukan pembangunan Solar Dryer Dome, seperti alat pengeringan dengan kapasitas 80 ton," ujarnya.
Sementara itu, disisi lain Komandan Kodim 0822 Bondowoso Letkol Arh Achmad Yani, mengatakan, Solar Dryer Dome yang akan diterima Bondowoso berukuran 4x10x2,75 meter. Dengan dikerjakan 10 orang dalam waktu 3 jam.
Daya tampungnya mencapai 80 ton per hari.
Pengajuan alat pengering itu, menurut Achmad Yani, karena luas tambah tanam Bondowoso menjadi yang terbanyak di Jatim. Luasnya mencapai kurang lebih 12 ribu hektar, tersebar di sejumlah wilayah.
"Makanya coba mengajukan ke atas, dapat prioritas utama pembangunan Solar Dryer Dome," pungkasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi