SUMBER WARU, Radar Ijen - Gunung Saeng di Desa Sumber Waru Kecamatan Binakal, tengah menjadi perbincangan.
Pasca ada pendaki asal Kecamatan Bangsalsari Jember, yang diketahui terjatuh saat melakukan pendakian kemarin, Kamis (1/5).
Sebagai informasi, gunung tersebut cukup diminati oleh para pendaki.
Terutama kaum muda-mudi. Maklum saja, panorama alam dari ketinggian yang ditawarkan, mampu menarik pasang mata yang melihatnya. Khususnya saat sore dan pagi hari, pendaki dapat menikmati suasana sunset dan sunrise dari ketinggian.
Gunung Saeng merupakan gugusan pegunungan Argopuro bersama dua gunung lainnya.
Yakni Gunung Piramid di Kelurahan/Kecamatan Curahdami, dan Gunung Gul-gulan di Desa Wonosari, Kecamatan Grujugan.
Ketiga gunung ini menjadi primadona para pendaki yang berburu sunset dan keindahan alam. Meski demikian, Gunung Piramid ditutup, pasca menelan dua korban jiwa.
Oleh sebab itu, tak heran jika pendakian di Gunung Saeng dan Gunung Gulgulan saat ini menjadi jujukan pendaki.
Ketinggian Gunung Saeng yakni 1.559 MDPL. Meski ketinggian gunung tak seberapa, namun jalur menuju puncak sangatlah ekstrim.
"Rata-rata kemiringannya sekitar 50-60 derajat," kata Chuk S Widharsa, anggota Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Jatim.
Ia menerangkan, jalur pendakian menuju puncak tak mudah. Akibat kondisi kemiringan yang rata-rata mencapai 50 hingga 60 derajat. Tak hanya itu, jalurnya rata-rata pasir dan berbatu.
Oleh sebab itu, bagi pendaki yang ingin melakukan pendakian ke Gunung Saeng, harus dengan konsentrasi tinggi, serta menggunakan alat yang memadai. Akibat tingkat resikonya yang dianggap tinggi.
"Ini tergelincir sedikit saja, kemungkinan terjatuh sangat besar," ujarnya.
Selain jalur yang ekstrem, dari basecamp Gunung Saeng menuju puncak, butuh waktu kurang lebih tiga hingga empat jam. Sepanjang perjalanan mendaki akan melewati deretan hutan pinus dan kopi.
"Ada tiga pos yang dilalui," terang Zay salah seorang anggota Tagana yang ikut mengantar logistik hingga ke Pos 1. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi