radar jember - BEGITU mendapati informasi bahwa Fahrul Hidayatullah alias Baim dinyatakan hilang dan jatuh dari Gunung Saeng, keluarga korban pun langsung berbondong-bondong menuju Kecamatan Binakal, Bondowoso. Mereka pun harap-harap cemas Baim segera ditemukan dan dibawa pulang ke Bangsalsari, Jember.
Korban Baim sudah ditemukan sekitar pukul 09.15 wib kemarin. Titik lokasi jatuhnya pun sudah terpantau. Bahkan tim pencari menemukan topi dari Baim.
Namun, sore harinya, informasi yang dihimpun kantong jenazah yang dibawah tim pencari mengalami robek dan menjadi kendala utama.
Terlebih hari sudah mulai larut malam, yang membuat medan cukup licin ditambah dengan kabut mulai menghinggapi Gunung Saeng.
Evakuasi jenazah pun disepakati akan dilakukan hari ini. Disisi lain pihak keluarga mengaku bahwa Baim baru pertama kali melakukan pendakian.
Hakiki, sepupu korban menjelaskan, bahwa Baim sebelum berangkat sudah berpamitan bahwa akan mendaki ke Gunung Saeng bersama rekan-rekannya. “Pamit kemarin kalau mau mendaki,” tuturnya.
Hakiki mengenal Baim sebagai pribadi yang ramah kepada teman dan tetangganya. Bahkan, aktivitasnya sangat aktif sejak duduk di bangku Madrasah sebagai remaja masjid di Dusun Kedungsuko, Desa/Kecamatan Bangsalsari. “Tiap Sabtu malam, dia aktif ikut shalawatan anaknya,” tuturnya.
Disisi lain, cerita juga datang dari rekan-rekan Baim yang ikut mendaki. Diketahui mereka berlima sudah mencapai puncak Saeng. Termasuk Baim.
Sebelum terjatuh, Baim bersama empat rekannya sempat mengabadikan momen foto. Bahkan Baim juga masih sempat memakan beberapa snack ringan.
Namun nahas, ketika berada jalur yang licin, korban terjatuh ke tebing dengan kemiringan 50 hingga 60 derajat. Dengan kedalaman 300 hingga 400 meter.
Teman korban, Fajar Teguh Ardiansyah mengatakan, bahwa setelah dari puncak, mereka memang berniat mau kembali. "Iya sudah di puncak, suda mau turun," ucapnya.
Keempat rekan Baim yang ikut mendaki itu adalah Fajar Teguh Ardiansyah, Wulandari, Ahmad Najmi Yahya Fajriyah, dan Ayudya Mundri Estriaradini. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi