radarjember.id - Sejumlah anggota DPRD Bondowoso tampak mendatangi RSUD dr H Koesnadi Bondowoso, kemarin (28/4). Namun bukan untuk rapat kerja atau sidak, mereka melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh (medical check up), hingga tes urine. Untuk memastikan tak ada anggota yang mengkonsumsi narkoba.
Diketahui ada 45 anggota dewan yang akan melakukan pemeriksaan tersebut. Dibagi selama dua hari, kemarin hingga hari ini (29/4). Sebelum tes urine, mereka akan diambil darahnya untuk pemeriksaan kesehatan. Sebelum ke kamar mengambil dan menyerahkan urine mereka kepada petugas, menggunakan wadah yang sudah disiapkan sebelumnya.
Baca Juga: Long Weekend di Bulan Mei 2025! Ini 5 Rekomendasi Tempat Liburan dari Pantai hingga Air Terjun di Jember
Kasat Reskoba Polres Bondowoso, Iptu Nuruddin mengatakan, tes urine dilakukan dengan mendadak dengan agenda awal hanya tes kesehatan. "Ini tes urine harus dadakan ya, karena kalau kita bocorkan kemungkinan besar pencegahan," ungkapnya.
Dia juga menilai, tes tersebut merupakan upaya untuk memastikan tak ada anggota legislatif, yang mengkonsumsi barang haram itu. Apalagi belum pernah ada legislator di Bondowoso yang terlibat kasus narkoba. Tak hanya itu, dia juga berencana menggelar tes yang sama untuk eksekutif. “Untuk waktunya, rahasia,” ucapnya sembari tersenyum.
Hasil tes narkoba sendiri akan disampaikan setelah semuanya rampung. Jika ada anggota dewan yang diketahui positif narkoba, maka akan dilakukan tindakan tegas. “Nanti kita tentukan rehabilitasi atau bagaimana,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir mengatakan, sebenarnya hari ini terjadwal check up rutin anggota dewan. Dan dilakukan dengan tes urine untuk memastikan tak ada anggota yang terlibat barang haram itu. "Kita buktikan bahwa anggota DPRD dari semua fraksi sebagai wakil rakyat, bahwa kita bersih dari narkoba," ujarnya.
Ia mengharapkan hal serupa juga dilakukan pada jajaran eksekutif hingga kepala desa. Sebagai bentuk upaya memberantas narkoba di lingkungan pemerintahan. Karena, narkoba pun disebutnya bisa menjadi pemicu korupsi. Yakni, jangan sampai APBD digunakan membeli narkoba. "Bayangkan kalau APBD dibelikan narkoba, jangan sampai ya," pungkasnya. (ham/fid)
Editor : Adeapryanis