Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Harga Kedelai di Bondowoso Terus Melonjak, Imbas Perang Dagang Amerika - China

Adeapryanis • Selasa, 29 April 2025 | 14:10 WIB

BERSEMANGAT: Sejumlah pekerja pabrik tahu kurma Bondowoso tengah mengolah kedelai menjadi tahu menggunakan alat sederhana. (ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN )
BERSEMANGAT: Sejumlah pekerja pabrik tahu kurma Bondowoso tengah mengolah kedelai menjadi tahu menggunakan alat sederhana. (ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN )



radarjember.id - Harga komoditas kedelai perlahan mulai beranjak naik. Hal tersebut terjadi sejak belasan haru terakhir. Kenaikan itu, diduga dampak dari perang dagang Amerika-China. Kedelai yang biasa dipakai oleh pengusaha tahu atau tempe, memang kedelai impor dari luar negeri. Karena kualitasnya yang dinilai lebih baik, dibandingkan kedelai lokal. 

Seperti yang dilakukan oleh pengusaha Perusahaan Tahun Kurnia Bondowoso, Liliana Subrata. Kedelai yang dia gunakan untuk membuat tahu setiap hari, adalah kedelai yang diimpor dari luar negeri. Biasanya dia membeli kepada penjual di Jember sesuai dengan kebutuhan. “Sehari bisa habis lima sampai enam kuintal,” katanya.

Baca Juga: Kisah Pilu Anak Yatim Piatu Mualaf yang Dijauhi Keluarga dan Lingkungan Sekitar

Perempuan yang akrab disapa Ce Liliana itu mengatakan, kenaikan harga kedelai terjadi kurang lebih sejak dua pekan terakhir. Namun kenaikannya dianggap belum signifikan. Sehingga harga tahu hingga ukurannya tetap dipertahankan. “Satu kilonya itu naik seribu rupiah. Belum terlalu tinggi, jadi kami tak perlu naikkan harga dulu,” imbuhnya.

Hal itu membuat tak ada penjualan tetap berjalan dengan normal. Ukuran atau volume tahun juga tetap dipertahankan sebagaimana mestinya. Menurutnya, takaran bahan baku tak bisa dikurangi. Jika tidak, maka tahun yang dihasilkan akan rusak. “Nanti tahunya tipis. Pelanggan gak mau akhirnya,” tuturnya.

Dia menduga kenaikan harga masih akan kembali terjadi. Sehingga Ce Liliana juga bersiap untuk menaikkan harga tahu yang dia jual. Menurutnya, kenaikan itu salah satunya disebabkan oleh perang dagang. “Kedelai yang dipakai ini kan dari Amerika,” ucapnya.

Sementara itu, pengusaha tahu lainnya di Kecamatan Tamanan Yanto juga mengatakan hal yang sama. Dia mengaku sejak beberapa pekan terakhir, harga kedelai mengalami sedikit kenaikan. Namun masih berada pada ambang batas normal. “Sejauh ini masih aman. Jadi tingkat produksi hingga penjualan juga aman,” tuturnya.

Berdasarkan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim, harga kedelai impor di Bondowoso tercatat Rp 9500 per kilogram. Harga tersebut dapat  berubah sesuai perkembangan di lapangan. (ham/fid)

 

Editor : Adeapryanis
#harga kedelai #Bondowoso