Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Menelusuri Jejak Emas Jalur Kereta Bondowoso: Dari Kejayaan Kolonial hingga Tragedi Gerbong Maut

M. Ainul Budi • Jumat, 25 April 2025 | 21:30 WIB
SATU-SATUNYA DI JATIM: Beberapa koleksi yang ada di museum ini. Bahkan menjadi satu-satunya yang ada di Jawa Timur. (HILMI/RJ)
SATU-SATUNYA DI JATIM: Beberapa koleksi yang ada di museum ini. Bahkan menjadi satu-satunya yang ada di Jawa Timur. (HILMI/RJ)

Radar Jember – Bondowoso pernah menjadi simpul penting distribusi komoditas ekonomi pada masa kolonial.

Stasiun kereta api di kabupaten ini diresmikan oleh Staatsspoorwegen (SS) pada 1 Oktober 1897.

Jalur kereta tersebut menjadi bagian dari jaringan Jember–Kalisat–Bondowoso–Panarukan.

Keberadaan rel ini berfungsi sebagai jalur utama pengangkutan hasil bumi dari wilayah Jember, Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo menuju pelabuhan Panarukan.

Komoditas utama yang diangkut saat itu antara lain beras, tembakau, kopi, dan teh.

Kondisi itu menjadikan Bondowoso sebagai titik strategis dalam ekonomi kolonial Hindia Belanda.

Namun, sejarah kereta api di Bondowoso tak lepas dari tragedi kemanusiaan.

Pada 23 November 1947, ratusan pejuang kemerdekaan yang menjadi tahanan Belanda diangkut menggunakan tiga gerbong barang tertutup tanpa ventilasi.

Gerbong tersebut berangkat dari Bondowoso menuju Surabaya tanpa menyediakan makanan dan minuman bagi para tahanan.

Dalam perjalanan panjang itu, 46 orang pejuang gugur karena panas dan kekurangan oksigen.

Peristiwa ini kemudian dikenal dengan nama Tragedi Gerbong Maut.

Untuk mengenang tragedi tersebut, Monumen Gerbong Maut dibangun di Alun-alun Ki Bagus Asra.

Selain itu, Stasiun Bondowoso telah dialihfungsikan menjadi Museum Kereta Api Bondowoso.

Museum ini menyimpan sejarah jalur kereta api serta replika gerbong maut sebagai pengingat peristiwa kelam tersebut.

Saat ini, harapan untuk menghidupkan kembali jalur kereta Jember–Bondowoso kembali menguat seiring rencana reaktivasi rel mati oleh pemerintah.

Penulis: Shafa Azzahra

 

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #museum kereta #Gerbong Maut #situbondo #Bondowoso