Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Wawancara Eksklusif Bersama Bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid, Makna BERKAH Jadi Pondasi Wisata dan Kopi Bondowoso

M. Ainul Budi • Kamis, 24 April 2025 | 13:25 WIB
BERI PENJELASAN: Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid saat membeberkan konsep besar bersama Jawa Pos Radar Ijen.
BERI PENJELASAN: Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid saat membeberkan konsep besar bersama Jawa Pos Radar Ijen.

TAGLIN Bondowoso BERKAH bukan sekadar slogan.

Di balik akronim Berkualitas, Akselerasi, dan Holistik, tersimpan arah pembangunan yang menyeluruh dan progresif.

Dalam wawancara eksklusif bersama Jawa Pos Radar Ijen, Bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid membeberkan rencana besar pengembangan sektor wisata dan perkopian di wilayah Ijen, Bondowoso.

Bupati Hamid menitik tekankan pada akselerasi menjadi tahapan awal dalam mencapai Bondowoso lebih maju.

Berikut wawancara eksklusif Bupati Abdul Hamid bersama Jawa Pos Radar Ijen.

Apa makna sebenarnya dari tagline Bondowoso BERKAH yang sering digaungkan?

“BERKAH itu bukan hanya simbol, tapi arah. Berkualitas dalam setiap layanan dan pembangunan, Akselerasi sebagai percepatan program lintas sektor, dan Holistik artinya semua sektor harus terintegrasi. Jadi ini adalah semangat kerja kami, bukan sekadar kata. Makna akselerasi yaitu penekanan pembangunan Bondowoso tidak bisa hanya melibatkan satu pihak. Tetapi berbagai pihak, kita ambil contoh, jember punya bandara, maka bondowoso bisa membangun kerjasama. Karena kan turis nanti landingnya di bandara Jember. Jadi bentuk akselerasi itu, kami tidak kaku dalam membangun atau menjalin kolaborasi antar pihak tentu dengan percepatan konsep yang matang.”

Baca Juga: Bondowoso Punya Kopi Khas Arabika Ijen Raung, Cita Rasa Tersendiri Surganya Kopi Nusantara ya di Bondowoso

Salah satu program andalan adalah one stop tourism. Apa bentuk konkret dari konsep tersebut?

“Ini PR besar kita. One stop tourism adalah upaya kami menyatukan kekuatan wisata, budaya, dan warisan sejarah dalam satu rangkaian pengalaman. Jadi wisatawan yang datang ke Ijen, tidak hanya melihat kawah, tapi juga budaya lokal, kopi, dan situs megalitikum yang kami miliki.”

Apa peran sinergi lintas sektor, termasuk dengan media, dalam mewujudkan hal ini?

“Akselerasi artinya tidak bisa kami lakukan sendirian. Perlu dukungan dari banyak pihak. Termasuk media seperti Jawa Pos Radar Ijen. Lewat publikasi, event, dan promosi bersama, kita bisa memperkuat citra Bondowoso sebagai destinasi unggulan.”

Baca Juga: Rekomendasi Barang Bawaan untuk Naik ke Kawah Ijen: Persiapkan Petualanganmu dengan Tepat

Anda menyebut kopi Bondowoso telah mendunia. Bagaimana pengembangannya saat ini?

“Betul, kopi Bondowoso khususnya robusta maupun arabika sudah masuk pasar Eropa, pintu masuknya memang dari Jerman. Kami ingin wisatawan bisa merasakan langsung prosesnya: dari petik sampai racik. Ini bagian dari one tourism experience yang kami dorong. Makanya, branding “Kampung Kopi” sedang kami kuatkan.”

Bagaimana dengan sektor sejarah? Banyak yang belum tahu Bondowoso punya ribuan situs megalitikum.

Baca Juga: Dari Kolonial ke Republik Kopi, Ternyata Ini Jejak Sejarah Panjang Kopi Bondowoso Yang Tak Banyak Orang Tahu!

“Ini kekayaan yang luar biasa. Ada lebih dari 1.000 titik megalitikum. Dunia harus tahu, Bondowoso tak hanya indah, tapi juga sarat sejarah. Ini bisa jadi daya tarik kelas dunia jika kita kemas secara cerdas.”

Terakhir, apa harapan Anda ke depan untuk Bondowoso?

“Saya ingin Bondowoso dikenal dunia bukan hanya karena kawah Ijen, tapi karena keseluruhan potensinya. Alamnya, sejarahnya, kopinya, budayanya. Dengan kolaborasi dan visi yang berkelanjutan, saya yakin kita bisa mewujudkan itu.” (faq/ham/bud)

Editor : M. Ainul Budi
#Abdul Hamid #Bondowoso