Radar Jember – Pemerintah Kabupaten Bondowoso kembali menghidupkan wacana reaktivasi jalur kereta api Bondowoso–Jember.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya mengembangkan konektivitas antarwilayah di kawasan tapal kuda.
Reaktivasi jalur tersebut tidak hanya bernilai historis, tetapi juga strategis untuk mendukung sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Menurutnya, jika jalur rel aktif kembali, konektivitas Bondowoso dengan wilayah sekitar seperti Banyuwangi, Situbondo, hingga Surabaya akan jauh lebih mudah.
Namun, proyek ini masih menghadapi sejumlah kendala.
Salah satunya adalah bangunan liar dan rumah warga yang berdiri di atas bekas jalur rel.
Masalah ini mengharuskan adanya relokasi, yang tentu memerlukan pendekatan sosial serta anggaran tidak sedikit.
Tak hanya itu, persoalan administratif pun masih menjadi perhatian.
Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Timur serta Kementerian Perhubungan untuk menyelesaikan izin dan perencanaan teknis.
Sementara itu, masyarakat yang tinggal di sepanjang jalur lama sebagian besar mendukung proyek ini.
Mereka berharap, keberadaan kereta api bisa membuka peluang ekonomi baru dan menghidupkan kembali geliat kota tua Bondowoso.
Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat untuk menentukan kelanjutan proyek tersebut.
Jika terealisasi, reaktivasi jalur kereta api ini akan menjadi babak baru dalam sejarah transportasi Bondowoso.
Penulis: Shafa Azzahra
Editor : M. Ainul Budi