Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ini Fakta Unik Kopi Khas Bondowoso, Dari Ritual Tradisi Hingga Jejak di Langit Eropa

M. Ainul Budi • Selasa, 22 April 2025 | 18:06 WIB
KOMODITAS UNGGULAN: Petani kopi Bondowoso mulai panen kopi petik merah yang terus dipertahankan untuk menjaga kualitas. Bondowoso telah dikenal sebagai daerah penghasil kopi terbaik, tapi saat mulai sulit mencari generasi penerus.
KOMODITAS UNGGULAN: Petani kopi Bondowoso mulai panen kopi petik merah yang terus dipertahankan untuk menjaga kualitas. Bondowoso telah dikenal sebagai daerah penghasil kopi terbaik, tapi saat mulai sulit mencari generasi penerus.

Radar Jember – Di balik aroma harum dan cita rasa khas kopi Bondowoso, tersimpan sejumlah fakta unik yang mungkin belum banyak diketahui. 

Dari kebiasaan adat hingga pencapaian luar negeri, kopi dari kaki Gunung Ijen ini lebih dari sekadar minuman. 

Ia adalah warisan budaya, simbol kebanggaan, sekaligus komoditas yang mendunia.

1. Dipakai dalam ritual adat masyarakat lokal
Beberapa masyarakat adat di kawasan lereng Ijen, seperti di Sumber Wringin dan sekitarnya, masih menjadikan kopi sebagai bagian dari ritual tradisional. 

Saat musim panen tiba, petani kopi sering mengadakan tasyakuran di kebun dengan menyeduh kopi hasil pertama dan berdoa bersama. 

Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur atas hasil bumi serta harapan untuk panen yang baik.

2. Pernah diseduh di ketinggian 30.000 kaki
Kopi arabika Java Ijen-Raung dari Bondowoso pernah dibawa sebagai sajian khusus dalam penerbangan internasional oleh maskapai Indonesia. 

Penyajian ini menjadi bagian dari promosi kopi Indonesia di mata dunia, sekaligus membuktikan bahwa kopi Bondowoso mampu bersaing di antara kopi-kopi terbaik lainnya yang dihidangkan di kelas bisnis dan eksekutif.

3. Memenangkan penghargaan internasional
Kopi dari Bondowoso tercatat pernah menyabet penghargaan dalam kompetisi kopi seperti AVPA (Agency for the Valorization of Agricultural Products) di Paris. 

Kemenangan ini tidak hanya mengangkat nama petani, tapi juga memperkuat posisi Bondowoso sebagai daerah penghasil kopi berkualitas.

4. Jadi rujukan penelitian kampus dalam dan luar negeri
Keunikan ekosistem pertanian kopi di Bondowoso menarik perhatian akademisi. 

Beberapa mahasiswa dari universitas di Jepang, Australia, dan Belanda tercatat melakukan riset di kawasan kopi Bondowoso, baik soal budidaya, manajemen klaster, hingga pengaruh tanah vulkanik terhadap kualitas biji kopi.

5. Dibuat sabun dan skincare dari ampas kopi Bondowoso
Inovasi produk turunan juga menjadi bagian dari geliat industri kreatif kopi Bondowoso. 

Beberapa pelaku UMKM memanfaatkan ampas kopi arabika sebagai bahan dasar sabun eksfoliasi dan masker wajah alami. 

Produk ini tak hanya diminati wisatawan, tapi juga sudah masuk ke pasar e-commerce.

6. Muncul di festival kopi dunia
Dalam beberapa tahun terakhir, kopi Bondowoso kerap tampil di ajang kopi bergengsi seperti SCA Expo di Amerika dan World Coffee Events. 

Partisipasi ini difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan dan pelaku ekspor kopi.

Berbagai fakta ini menunjukkan bahwa kopi Bondowoso tidak hanya unggul dari segi rasa dan aroma, tapi juga kaya akan cerita dan potensi. 

Dari kebun rakyat hingga langit internasional, kopi ini terus menunjukkan bahwa dari tanah kecil di timur Jawa, lahir rasa dan kebanggaan yang besar.

Penulis: Cintya Diyanti Utomo

Editor : M. Ainul Budi
#arabika #Ijen #Kopi #Bondowoso