Selain memiliki destinasi yang sudah diakui dunia. Ada banyak destinasi wisata desa yang bermunculan di Bondowoso. Namun hal itu tak mampu bertahan lama, rerata saat ini mangkrak dan terbengkalai.
ILHAM WAHYUDI, Dabasah - Radar Ijen
Bagi warga Kecamatan Pujer dan sekitarnya, siapa tak tahu wisata Rawa Indah Almour, destinasi tersebut sempat menjadi primadona dan jujugan wisatawan beberapa tahun silam.
Namun saat ini hal tersebut saat berbanding terbalik.
Pengunjung mulai meninggalkan wisata yang ada di Desa Alas Sumur Kecamatan Pujer itu.
Salah satu penyebabnya adalah kalah pamor dengan wisata desa lain yang muncul dalam beberapa waktu terakhir.
Hal tersebut membuat sejumlah pekerja atau petugas memilih berhenti. Mereka mencari peruntungan di tempat lain, untuk mencukupi hidupnya.
Akibatnya sejumlah fasilitas mulai tak terawat bahkan rusak. Rumput liar juga tampak tumbuh dengan subur. Baik di bagian rawa atau di sejumlah wahana lainnya.
Ketua Bumdes Alas Sumur Muhammad Walid mengatakan, persaingan dengan wisata tak dapat terhindarkan. Sehingga, menurunkan pengunjung di wisata Almor.
Kondisi ini berdampak terhadap keuangan wisata tersebut dan penggajian karyawan.
Ia melanjutkan kondisi ini sudah terjadi selama 6 bulan terakhir. Pihaknya berencana akan memperbarui tempat wisatanya. Namun masih menunggu support dari Pemerintah Desa.
"Sempat mau buat wisata baru di Alas sumur selatan. Kemarin itu teman-teman masih membabat disana, akhirnya disini ditinggal," katanya.
Selain Wisata Rawa Indah Almour, sejumlah wisata desa lain yang diketahui mangkrak adalah Tirta Agung yang ada di Kecamatan Sumberwringin. Tempat itu menawarkan keindahan alam serta kolam renang sebagai wahana andalan.
Namun akibat sering terdampak bencana, membuat sejumlah fasilitas rusak. Sehingga pengunjung sepi, menyebabkan wisata itu mangkrak dan tak terawat.
Puncak Mahadewa, merupakan destinasi wisata lainnya yang dikelola oleh desa dan mangkrak sejak beberapa tahun terakhir. Padahal sebelumnya, wisata yang ada di Kecamatan Curahdami itu, sempat menjadi jujugan wisatawan.
Dengan pemandangan alam yang ditawarkan.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Pariwisata Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, Yuni Dwi Sri Handayani mengatakan, tempat wisata yang terbengkalai rata-rata yang dikelola oleh Bumdes.
Kondisi itu, diduga akibat kurangnya pemahaman pengelolaan pasca reformasi pengurus. Ada 25 wisata yang dikelola Bumdes, namun tak semua mampu eksis hingga saat ini.
Oleh sebab itu, dia mengaku akan melakukan pembinaan kepada seluruh Pokdarwis dan Bumdes untuk mengaktifkan kembali wisata tersebut.
"Ya dengan mengidentifikasi permasalahan dan kendala yg dihadapi untuk dicarikan solusi," tandasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi