JAKARTA, Radar Ijen - Kabupaten Bondowoso bakal mencatatkan sejarah baru sebagai daerah pertama di Jawa Timur yang memiliki fasilitas pembangkit listrik tenaga panas bumi.
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen yang dikelola PT Medco Cahaya Geothermal (MCG), anak perusahaan PT Medco Power Indonesia, resmi memulai operasi komersial pada tahun 2025 ini.
Proyek energi bersih tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target transisi energi Indonesia menuju Net Zero Emission.
PLTP Ijen saat ini telah mengalirkan 35 MW listrik pertama ke jaringan Jawa melalui perjanjian jual beli tenaga listrik (PJBL) selama 30 tahun.
Secara total, kapasitas PLTP ini dirancang mencapai 110 MW dan diperkirakan mampu memasok listrik ke sekitar 85.000 rumah tangga melalui infrastruktur 83 menara dan jalur transmisi 150 kV.
Pada Selasa (15/4) kemarin, Bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid melakukan audiensi langsung dengan jajaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, khususnya bersama Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE).
Lora Hamid menjelaskan, Audiensi ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan di Bondowoso.
“Alhamdulillah, hari ini kami berkesempatan bersilaturahmi dan berdiskusi langsung dengan jajaran Kementerian ESDM RI. Audiensi ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan di Bondowoso,” katanya.
Bahkan, Presiden RI Prabowo Subianto rencananya akan meresmikan langsung PLTP Ijen di Bondowoso bulan depan. Sementara Bupati Bondowoso siap menyambut baik rencana peresmian ini.
Pemerintah Bondowoso akan mempersiapkan kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto.
"Beberapa Direktorat Jenderal Kementerian ESDM akan turun ke Bondowoso dalam waktu dekat sebagai advance team. Kepada OPD terkait, Bisa dipersiapkan," katanya.
Keberadaan PLTP Ijen mendapatkan apresiasi luas. Direktur Utama Medco Power, Eka Satria, menyebut proyek ini sebagai bukti kemampuan nasional dalam memanfaatkan sumber daya panas bumi dengan teknologi terkini. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi