KADEMANGAN, Radar Ijen - Ratusan pria dan wanita berbusana putih tampak serius mendengarkan sambutan dari pemaparan manasik haji, di Gedung At-Taqwa Islamic Center (AIC) Bondowoso, kemarin (13/4).
Mereka merupakan calon jemaah haji (CJH) asal Bumi Ki Ronggo yang tengah mengikuti manasik haji.
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mengatakan, para calon jemaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci diharapkan selalu menjaga kesehatan.
Sejak sebelum hingga proses pelaksanaan ibadah haji berlangsung.
Tak hanya itu, mereka juga diminta untuk menjaga nama baik bangsa serta nama baik Bondowoso.
“Persiapkan mental, tuliskan niat dan kemantapan untuk melaksanakan ibadah haji,” imbuhnya.
Sama seperti tahun sebelumnya, pada tahun ini Pemkab Bondowoso juga akan melepas keberangkatan para jemaah haji dalam beberapa waktu mendatang.
Biasanya mereka akan dilepas di depan Pendapa Ki Ronggo.
“Mungkin nanti kami juga akan mengunjungi para jemaah di Asrama Haji Surabaya,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Bondowoso Moh. Ali Masyhur menjelaskan, bimbingan manasik haji tingkat kabupaten dilakukan sebanyak dua kali.
Sementara, di tingkat kecamatan akan dilakukan enam kali.
Hal tersebut untuk memastikan calon jemaah benar-benar siap untuk melaksanakan ibadah di Tanah Suci.
“Semoga persiapan mereka bisa lebih maksimal,” katanya.
Dalam bimbingan manasik haji itu, calon jemaah dibekali berbagai pengetahuan. Mulai dari kebijakan terbaru pemerintah terkait pelaksanaan ibadah haji, hingga berbagai teori dasar dan inti haji.
Hal itu dianggap sebagai bekal bagi warga dari Kota Tape selama berada di Makkah dan Madinah.
“Manasik kedua praktik langsung. Kemudian, nanti akan diberangkatkan oleh bupati,” tambahnya.
Dikonfirmasi jadwal pemberangkatan calon jemaah asal Bondowoso, pria yang akrab disapa Ali itu menyebut, masih menunggu hasil qur’ah.
Biasanya hal tersebut dilaksanakan sebulan sebelum pemberangkatan.
“Kalau prediksi (pemberangkatan, Red) sekitar pertengahan Mei. Tapi kami tetap menunggu hasil qur’ah,” ucapnya.
Hingga kemarin (13/4) ada 650 calon jemaah haji yang melakukan pelunasan haji. Dari total kuota sebanyak 709 orang. Kemenag juga sudah mengirim paspor sebanyak 665.
“Kami dapat kuota prioritas jemaah lansia sebanyak 21 orang. Cuma yang sudah pelunasan hanya 10 orang,” terangnya.
Lebih lanjut, Ali juga menuturkan, calon jemaah haji harus mendapatkan vaksin meningitis. Vaksin tersebut bisa didapatkan di puskesmas masing-masing.
Semua calon jemaah harus dipastikan sudah melakukannya. Maksimal 14 hari sebelum pemberangkatan. “Sekarang sudah mulai dilayani di setiap puskesmas,” pungkasnya. (ham/c2/bud)
Editor : M. Ainul Budi