Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sudah Geram! Warga Desa di Bondowoso Ini Pilih Perbaiki Swadaya Jalan Rusak, Sudah Lama Tak Ada Perbaikan, Pertanyakan Peran Pemerintah?

M. Ainul Budi • Senin, 14 April 2025 | 12:30 WIB

RESAH: Beberapa warga desa setempat melihat perkembangan jalan yang baru mereka perbaiki secara swadaya, kemarin.
RESAH: Beberapa warga desa setempat melihat perkembangan jalan yang baru mereka perbaiki secara swadaya, kemarin.
 

SUMBER TENGAH, Radar Ijen - “Jalan Ditutup, Ada Perbaikan Jalan Oleh Warga,” pesan tersebut tampak jelas di salah satu jalan Desa Sumber Tengah, Kecamatan Binakal, Bondowoso.

Selain tulisan, sejumlah ranting dan dahan pohon juga diletakkan di bawahnya, agar tak ada kendaraan yang melintas. 

Jawa Pos Radar Ijen mencoba memasuki jalan setapak tersebut.

Benar saja, tak jauh dari lokasi tulisan, ada jalan yang baru rampung diperbaiki. Separuh lebih badan jalan terlihat baru dicor. Panjangnya mencapai delapan meter lebih. Sementara, sebagian lainnya menggunakan paving yang sudah lama. 

Perbaikan jalan itu bukan bantuan dari pemerintah.

Melainkan hasil iuran warga setempat. Mereka merasa kecewa. Jalan tersebut tak kunjung diperbaiki sejak beberapa tahun terakhir.

Pasca-terdampak longsor akibat hujan lebat. Separuh lebih badan jalan ambles. Membuat warga merasa resah. 

Jalan lingkungan itu berada di Dusun Poler. Sebelumnya, warga yang akan melintas harus bergantian.

Jika tidak, maka salah satunya bisa terjatuh ke dalam jurang yang cukup curam.

Hal itu membuat sejumlah warga berinisiatif memperbaiki dengan dana hasil iuran warga sejak beberapa hari terakhir.

“Membahayakan kalau gak diperbaiki. Apalagi jurangnya curam ini,” kata Dani, salah seorang warga yang tengah menunjukkan hasil perbaikan jalan. 

Dani menyebut, perbaikan jalan sepanjang delapan meter lebih itu menghabiskan anggaran kurang lebih Rp 5 juta.

Baik untuk membeli material yang dibutuhkan, seperti pasir, semen hingga besi, maupun biaya operasional lainnya.

Sementara, proses pengerjaan dilakukan oleh warga ketika sore hingga malam secara swadaya. 

Dia juga mengatakan, tak mengajukan perbaikan kepada pemerintah desa setempat, karena khawatir tak segera diperbaiki.

Melihat warga RT lain yang mengajukan perbaikan, namun hingga saat ini belum dilakukan.

Sehingga mereka juga terlebih dahulu melakukan perbaikan secara swadaya. Sementara, kondisi jalan sudah memprihatinkan dan membahayakan pengendara.

“Akhirnya kami memiliki inisiatif memperbaiki sendiri. Daripada nunggu-nunggu," pungkasnya. (ham/c2/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#jalan rusak #Bondowoso