GRUJUGAN LOR, Radar Ijen - Warga Desa Grujugan Lor, Kecamatan, Kecamatan Jambesari Darus Sholah, Lutfi harus berhadapan dengan hukum.
Pasca dilaporkan oleh tetangganya sendiri. Pasca diduga melakukan tindakan penganiayaan.
Dia diketahui membogem Ahmad Zainul Arifin, tetangganya sendiri.
Dugaan penganiayaan itu terjadi pada 28 Maret lalu. Bermula ketika Lutfi tidak masuk ke rumahnya, akibat ada sejumlah pemuda yang melakukan balap lari.
Dia mencoba membubarkan para pemuda itu, hingga mereka mencari tempat lain.
Meski sudah pindah, terduga pelaku menghampiri korban bersama temannya.
Keduanya sempat terlibat cekcok, Lutfi sempat marah-marah sementara Zain merasa tak terima dan melawan. Akibatnya, pelaku menonjok bibir korban hingga bonyok.
Atas kejadian tersebut korban secara resmi memberikan laporan kepada Polsek Jambesari Darus Sholah. Dilengkapi bukti visum yang dilakukan sebelumnya.
Kapolsek Jambesari Darussholah Iptu Sumanto menjelaskan, dugaan penganiayaan itu terjadi di Pasar Kreongan, Desa Grujugan Lor pukul 01.30 WIB.
Terlapor semula kesal karena kendaraannya tak bisa melintas, akibat dari banyaknya anak-anak muda yang lomba lari di tengah jalan. Hingga, sejumlah remaja itu kabur kalang kabut.
Salah satunya bersembunyi di sekitar tempat kejadian perkara.
Namun, pelapor yang kesal karena terlapor marah-marah di sekitar tempat kejadian perkara pun menegur. Terlapor merasa kesal dan emosi, hingga akhirnya memberikan satu bogeman di wajahnya Zain. Mengenai bibir Zain, hingga bengkak dan mengeluarkan darah.
"Mereka tersinggung efek emosi,” katanya.
Tak henti disitu, terlapor pun pulang mengambil sebilah samurai mendatangi rumah Zain yang juga sudah memegang sebilah pisau. Beruntung, sebelum terjadi hal yang tak diinginkan, keduanya berhasil dipisahkan.
"Terlapor sudah minta maaf," ujarnya.
Mengetahui kejadian itu, Unit Reskrim Polsek Jambesari langsung mendatangi lokasi kejadian. Beberapa waktu setelah kejadian, mereka juga membuat surat pengantar visum. Agar korban segera melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.
Berdasarkan laporan Zain, petugas masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Termasuk warga yang berada di sekitar lokasi.
Mereka juga mencoba melakukan mediasi antara korban dan pelaku, kemarin (11/4) sore.
Hasilnya yang akan menentukan langkah hukum selanjutnya. Apakah dihentikan atau dilanjutkan ke tahap selanjutnya.
"Dari hasil mediasi itu, kita tentukan bagaimana tindak lanjutnya," pungkasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi