DABASAH, Radar Ijen - Renovasi Alun-alun Bondowoso kembali masuk dalam perencanaan setelah sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.
Ketua Komisi III DPRD Bondowoso, Sutriyono, menyatakan bahwa taman kota merupakan etalase wajah kabupaten, sehingga perlu diperhatikan dalam proses penataan dan perbaikannya.
Proyek ini sebenarnya sudah direncanakan sejak 2022, namun anggaran yang telah dialokasikan saat itu terkena refocusing akibat pandemi.
Sutriyono mengungkapkan bahwa pada awalnya anggaran yang direncanakan untuk renovasi alun-alun lebih dari Rp 5 miliar.
Namun, pandemi menyebabkan proyek ini tertunda, dan target penyelesaian di tahun 2023 tidak tercapai. Kini, dalam pembahasan APBD 2025, renovasi kembali dimasukkan dengan anggaran Rp 2,5 miliar.
"Semoga ada solusi, karena perbaikan Alun-alun memang menjadi fokus kami di komisi III ," katanya.
Meski demikian, Sutriyono menyoroti potensi kendala terkait Dana Alokasi Umum (DAU) yang diperuntukkan bagi infrastruktur.
Jika DAU tidak mencukupi, proyek ini bisa kembali tertunda seperti sebelumnya.
Oleh karena itu, finalisasi anggaran akan dibahas lebih lanjut dalam rapat tim anggaran dan badan anggaran untuk memastikan kelangsungan proyek.
Dalam rencana renovasi ini, beberapa aspek akan menjadi fokus utama. Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sisi timur alun-alun akan dilakukan agar lebih tertata dan tidak mengganggu kenyamanan pengunjung.
"Selain itu, akan disediakan tempat bermain anak, taman baca, serta ikon khas Bondowoso untuk mempercantik alun-alun dan menambah daya tariknya," katanya.
Sementara itu, warga Bondowoso berharap renovasi ini segera terealisasi.
Muhammad Lutfi, warga Kelurahan Blindungan, menilai bahwa meskipun kebersihan alun-alun relatif terjaga, beberapa fasilitas seperti trotoar dan taman bermain anak sudah mengalami kerusakan dan tidak layak digunakan.
"Seperti trotoar yang sudah tidak elok dipandang, perlu dilakukan perbaikan," katanya.
Lutfi juga mengungkapkan rasa irinya terhadap alun-alun di kabupaten lain yang telah tertata lebih baik dan memiliki fasilitas modern.
Ia berharap Alun-alun Bondowoso dapat segera direnovasi agar menjadi tempat yang lebih nyaman dan menarik bagi masyarakat. Tanpa adanya perbaikan, menurutnya, alun-alun akan tetap sepi kecuali saat ada acara tertentu.
Dengan adanya rencana renovasi ini, diharapkan wajah Alun-alun Bondowoso bisa segera berubah menjadi lebih baik.
Pemerintah daerah diharapkan dapat merealisasikan proyek ini sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan, sehingga masyarakat dapat menikmati fasilitas publik yang lebih nyaman dan representatif. (faq)
Editor : M. Ainul Budi