radar jember - Alun-alun menjadi ruang terbuka hijau bagi sebuah kota. Jantung Kota yang menjadi pusat aktivitas warganya.
Tak jarang, banyak kabupaten/kota yang membuat Alun-alun tempat yang nyaman, aman, asri, bagi warganya untuk melakukan aktivitas.
Selain itu fasilitas umum pun juga menjadi andalan alun-alun masing-masing kabupaten/kota.
Namun, kondisi berbalik pun terjadi di Kabupaten Bondowoso.
Alun-alun yang sedianya menjadi jantung kota, hingga kini pun masih banyak spot ataupun area rusak.
Mulai dari hutan kota bilamana hujan deras maka akan tergenang, bak seperti kolam pancing.
Ataupun beberapa sudut trotoar area pejalan kaki yang sudah banyak rusak.
Fasilitas umum seperti lahan parkir yang belum memadai, hingga toilet umum pun masih belum layak.
Beberapa waktu lalu, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid pun menyoroti kondisi Alun-alun.
Seperti rusaknya plang nama Alun-alun Bondowoso Ki Ronggo.
Rusaknya papan nama tersebut, menjadi salah satu perhatian Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid dalam Rapat pembahasan program unggulan daerah Bondowoso, kemarin (17/3).
Dia meminta papan nama itu diperbaiki, jika tidak maka dilepas atau dicopot saja.
Alun-alun dianggap sebagai etalase daerah, sehingga harus menampilkan hal yang layak dipandang.
Bupati Bondowoso yang akrab disapa Ra Hamid menegaskan, Tulisan Alun–alun RBA Ki Ronggo merupakan wajah dari Bondowoso.
Setelah mengetahui tulisan itu rusak, dia meminta dinas terkait untuk segera melakukan tindak lanjut.
“Pilihannya diperbaiki atau dicopot semua sekalian,” imbuhnya.
Ra Hamid juga menyebut, akan melakukan penataan dengan skala prioritas yang akan dibahas sebelumnya.
Komisi III DPRD Bondowoso pun memberikan komentar pedasnya terkait kondisi Alun-alun saat ini.
Ketua komisi III, Sutriyono menegaskan bahwa OPD terkait seharusnya gerak cepat merespon statmen pedas bupati tersebut.
“Plang atau papan nama Alun-alun itu memang harusnya diperbaiki. Tidak hanya itu saja, sebenarnya ada beberapa item pekerjaan yang sekarang dirasa perlu dapat sentuhan. Seperti pengecatan, perbaikan trotoar, hingga lampu hias,” katanya.
Legislator PKB ini juga menyadari bahwa saat ini ada efisiensi anggaran.
Dia menyebut, sebab di anggaran APBD awal 2025 pra efisiensi mungkin dapat dimaksimalkan.
“Tapi dengan kondisi yang ada tolong dimaksimalkan, berapapun sisa anggaran efisiensi untuk merehab alun-alun Bondowoso. Karena alun-alun ini jantung kota Bondowoso, wajah kota yang jadi pusat perhatian warga atau wisatawan luar kota,” tegasnya.
Meski bupati sudah memberikan komentar pedas serta komisi III juga menekankan perhatian kepada Alun-alun.
OPD terkait, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) belum merespon hal-hal tersebut.
Bahkan Jawa Pos Radar Ijen mencoba menghubungi Aris Agung, Kepala DLH Bondowoso untuk wawancara, hingga saat ini belum ada jawaban.
Bahkan Sutriyono menambahkan, kondisi alun-alun sekarang bisa dikatakan cukup miris. Bila malam seakan masih remang-remang, terlebih masih banyak sudut alun-alun yang sudah rusak. Terlebih fasilitas umum lainnya yang kurang memadai.
“Ini semua menyangkut wajah kota Bondowoso, ruang terbuka hijau yang aman dan nyaman bagi masyarakat serta menarik,” pungkasnya.
Editor : M. Ainul Budi