DABASAH, Radar Ijen - Program makan bergizi gratis (MBG) di Bondowoso selama Ramadan masih terus dijalankan. Artinya, siswa tetap mendapatkan makanan, meski ada perubahan dalam menu yang diberikan. Sehingga bisa dibawa pulang, serta menjadi santapan untuk berbuka puasa.
Dandim 0822 Bondowoso Letkol Arh Achmad Yani menjelaskan, ada bungkus khusus yang disiapkan untuk siswa penerima MBG. Menunya juga diubah, agar tak basi meski disimpan hingga waktu berbuka puasa tiba. “Menu-menu kering. Secara pasti kami belum lihat, tapi sejak hari ini (kemarin, 6/3) sudah mulai berjalan,” katanya.
Diketahui ada kurang lebih 2.783 siswa di Bondowoso yang mendapatkan program pemerintah pusat itu. Mereka merupakan siswa di 12 sekolah mulai dari PAUD hingga SMA/sederajat yang tersebar di sejumlah kecamatan. Sementara, dapur satuan pemenuhan gizi (SPPG) masih ada satu di Bumi Ki Ronggo.
Dari 12 sekolah itu, ada satu sekolah yang mundur. Oleh karena itu, Letkol Arh Achmad Yani akan kembali mencari satu sekolah lagi untuk dijadikan sebagai lokasi distribusi MBG. Proses pemilihan sekolah akan dilakukan dengan mempertimbangkan kuota dan jumlah siswa yang ada. Hal itu untuk memastikan makanan yang diberikan cukup untuk melayani seluruh siswa dalam satu sekolah. “Saya ambil sekolah itu, semua murid di sekolah harus dapat makan,” imbuhnya.
Dikonfirmasi terkait jumlah dapur sehat di Bondowoso, dia mengatakan pada 2025 ini direncanakan akan ditambah tiga tempat lagi. Rencananya akan diletakkan di Kecamatan Maesan, Kecamatan Bondowoso (kota), dan Kecamatan Sumberwringin. “Agar semuanya merata,” imbuhnya.
Dia juga memastikan bahan baku menu MBG diambil dari pelaku usaha lokal. Oleh sebab itu, dia menduga akan kewalahan saat ketiga penambahan dapur terealisasi. Oleh karenanya, tidak tertutup kemungkinan pelaku UMKM yang dilibatkan akan lebih banyak. “Kami juga mencoba membangkitkan ekonomi di Bondowoso,” pungkasnya. (ham/c2/bud)
Editor : M. Ainul Budi