DABASAH, Radar Ijen - Lapas Kelas II B Bondowoso kembali melakukan tes urine dadakan kepada beberapa warga binaan yang ditengarai terindikasi memakai narkoba. Hal itu untuk memastikan bahwa para penghuni lapas tetap dalam kondisi steril. Selain diawasi petugas lapas, tes urine yang digelar pada Kamis (13/2) malam itu juga dikawal ketat oleh aparat gabungan dari TNI dan Polri. Namun, dari 24 orang yang diperiksa, tak satu pun dari mereka positif narkoba.
Kepala Lapas Kelas II B Bondowoso Nunus Ananto mengatakan, dari total 380 narapidana yang ada, memang tidak semuanya dites urine. Sebab, pihak lapas belum melakukan pengadaan, dan alat tes urine tersebut bantuan dari RS Bhayangkara. “Hasilnya negatif semua. Sedangkan untuk alat tes urine, kami sudah bersurat ke BNN, Kanwil, dan ke Dirjen. Tapi, belum ada pengadaan, karena anggaran juga belum ada pencairan," ungkapnya.
Memang, tes urine dan penggeledahan kamar WBP rutin dilakukan seminggu dua kali. Namun kali ini, pihaknya mengajak TNI/Polri hingga brimob agar proses penggeledahan berjalan secara transparan. "Ini menjadi prioritas bagi kami, agar Lapas Bondowoso bersih dari peredaran narkoba,” terangnya.
Selain tes urine, tim gabungan juga melakukan razia ke semua kamar narapidana. Hasilnya, ditemukan benda-benda seperti sabuk, sendok, paku, kawat, korek api, domino, parfum, alat cukur silet, serta kaca. “Hal ini kami lakukan demi menjaga lapas bersih dari narkoba dan memperkuat pengawasan terhadap barang-barang terlarang. Sehingga tercipta rasa aman di dalam tahanan,” ungkapnya.
Sebagai informasi, Lapas Kelas II B Bondowoso mendapatkan predikat lapas bebas narkoba (benar). Hal itu terbukti dengan setiap kali proses penggeledahan dan tes urine para penghuni dinyatakan zero narkoba. "Karena dipilah, maka kami tidak sembarangan memilih para warga binaan untuk dilakukan tes urine. Dan bersyukurnya semua dinyatakan negatif," pungkasnya. (faq/c2/bud)
Editor : M. Ainul Budi