GRUJUGAN LOR, Radar Ijen - Seorang anak berusia 5 tahun bernama Meyme harus dievakuasi oleh petugas pemadam kebakaran (Damkar) Bondowoso setelah mengalami pembengkakan di jarinya akibat cincin yang sulit dilepas.
Insiden ini terjadi di Desa Grujugan Lor Kecamatan Jambesari Darusholah, kemarin (11/2) Menurut laporan, awalnya tidak diketahui penyebab pasti pembengkakan tersebut.
Namun, diduga jari Meyme membengkak setelah cincin yang dikenakannya sulit dilepas.
Upaya melepas cincin secara paksa justru membuat kondisi semakin parah, sehingga keluarganya membawa anak itu ke Puskesmas.
Setelah diperiksa di Puskesmas, pihak medis menyarankan agar kasus ini langsung ditangani oleh Damkar Bondowoso yang memiliki peralatan khusus untuk evakuasi cincin.
Menanggapi laporan tersebut, petugas segera bergegas ke lokasi kejadian.
Kepala Satpol PP Bondowoso, Slamet Yantoko, dalam keterangannya menyebutkan bahwa tim Damkar langsung melakukan pengecekan kondisi jari korban sebelum memulai proses evakuasi.
“Kami memastikan tidak ada risiko tambahan saat pelepasan cincin dan menggunakan alat yang tepat untuk menghindari cedera lebih lanjut,” ujarnya.
Proses evakuasi cincin berlangsung sekitar 20 menit. Petugas menggunakan peralatan khusus untuk memotong cincin tanpa melukai jari korban. Meski jari Meyme mengalami pembengkakan, tidak ada luka serius yang ditimbulkan selama proses penyelamatan.
Setelah cincin berhasil dilepas, pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada petugas Damkar Bondowoso yang telah menangani kasus ini dengan cepat dan profesional.
“Kami sangat bersyukur karena anak kami tidak mengalami cedera lebih parah,” ujar salah satu anggota keluarga.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi orang tua agar lebih berhati-hati dalam memberikan aksesoris kepada anak-anak. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi