BONDOWOSO, RADARJEMBER - Bondowoso menjadi salah satu daerah di Jawa Timur yang memiliki dataran tinggi yang eksotis. Eks pusat pemerintahan Karesidenan Besuki ini juga diapit tiga gunung berapi sekaligus.
Gunung Raung, Gunung Argopuro, dan Gunung Ijen atau disebut Kawah Ijen. Tak salah jika keindahan alam yang tersembunyi ada di Bondowoso.
Keindahan alam yang natural dan jauh hiruk-pikuk keramaian saat ini kerap disebut dengan hidden gem. Wisata hidden gem juga mulai diminati. Walau menuju lokasinya sulit, tapi tak membuat minat wisatawan untuk menuju lokasi surut.
Wisata hidden gem di Bondowoso yang bertebaran di dunia maya adalah di Kecamatan Ijen. Yaitu padang savana Jabal Kirmit hingga Taman Galuh.
Adanya potensi wisata hidden gem tersebut membuat Pemkab Bondowoso melalui Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) menggarap itu dengan nama Ijen Caldera Adventure.
“Inovasi ini bertujuan untuk memberikan pengalaman wisata yang lebih luas dan menarik bagi para pengunjung. Wahana ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi revalidasi UNESCO Global Geopark (UGG) pada tahun 2026,” paparnya.
Wahana ini memungkinkan akses ke area wisata yang dulunya terbatas, menjadi lebih mudah. Selain itu, memberikan kesempatan lebih besar bagi masyarakat untuk mengeksplorasi keindahan alam Bondowoso.
Kendaraan jip tentu saja akan dimaksimalkan untuk merasakan sensasi petualangan langsung di alam terbuka.
Dia mengakui, selain Kawah Ijen dan Kawah Wurung, ada wisata alam yang menarik perhatian warganet. Yaitu Taman Galuh hingga padang savana Jabal Kirmit.
Kades Sumberejo Mustafa Hendra Hermawan menjelaskan, Taman Galuh menyajikan view natural yang menawan dan memiliki daya jual kepada para calon pelancong dengan adanya bunga-bungaan yang tumbuh berwarna ungu.
Sayangnya, akses untuk menuju Taman Galuh masih kurang memadai. Perlu adanya perbaikan infrastruktur jalan agar wisatawan tidak kapok untuk datang ke tempat tersebut.
Selain view pegunungan ciamik, tersedia juga camping ground khusus untuk mereka yang mau bermalam menggunakan tenda.
"Sejauh ini belum ada penyewaan tenda. Jadi, mereka yang datang harus membawa perlengkapan sendiri dari rumah," bebernya. (faq/c2/dwi)
Editor : Alvioniza