Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ini Update Terbaru Kelanjutan Reaktivasi Rel KA di Bondowoso, Progres Reaktivasi Rel Menunggu Petunjuk dari Pusat

Radar Digital • Jumat, 24 Januari 2025 | 19:44 WIB

 

DOK : FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN   LAMA TERBENGKALAI: Kondisi rel kereta api di wilayah Prajekan, Bondowoso. Kini, wacana reaktivasi jalur KA semakin menguat.
DOK : FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN LAMA TERBENGKALAI: Kondisi rel kereta api di wilayah Prajekan, Bondowoso. Kini, wacana reaktivasi jalur KA semakin menguat.

SURABAYA, Radar Ijen - Proses reaktivasi jalur kereta api Panarukan (Situbondo) hingga Kalisat (Jember) terus menjadi perhatian masyarakat, khususnya terkait perkembangan yang dilakukan oleh pemerintah.

Menurut Humas Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya, Alfaviega Septian Pravangasta, hingga saat ini belum ada perkembangan signifikan. "Kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari pemerintah pusat," ujarnya saat dimintai keterangan.

Sebagai informasi, studi kelayakan untuk jalur tersebut telah dilakukan pada tahun 2022.

Studi tersebut mencakup beberapa aspek penting, seperti kelayakan rel, kondisi fisik jalur, hingga manfaat sosial-ekonomi yang dapat diperoleh masyarakat dari reaktivasi ini.

Setelah studi kelayakan selesai, tahapan berikutnya adalah penyusunan Detail Engineering Design (DED) atau detail perencanaan reaktivasi. Saat ini, proses penyelesaian DED tersebut masih berjalan.

"DED ini mencakup berbagai aspek teknis seperti jumlah jembatan yang perlu diperbaiki, ruas jalan yang harus diganti, kondisi bantalan rel, dan lain sebagainya," jelasnya.

Hasil studi kelayakan menunjukkan bahwa jalur Panarukan-Situbondo-Kalisat berada di peringkat teratas di antara jalur-jalur lain yang direncanakan untuk direaktivasi.

Hal ini didasarkan pada potensi manfaat yang besar jika jalur ini kembali diaktifkan, baik untuk angkutan penumpang maupun barang.

Rencananya, pengaktifan kembali jalur ini akan menggunakan jalur lama yang telah ada sejak zaman kolonial.

Namun, tantangan besar di lapangan adalah banyaknya bangunan yang kini berdiri di sepanjang jalur rel lama tersebut.

Hal ini menjadi perhatian utama bagi pihak terkait dalam merancang strategi penanganan.

Bangunan yang berdiri di atas jalur kereta lama tersebut akan menjadi salah satu bahan evaluasi dalam penyusunan DED.

"Kami berharap semua pihak dapat mendukung proses reaktivasi ini agar berjalan lancar tanpa hambatan," tambah Alfaviega.

Kerja sama pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak swasta dinilai sangat penting untuk menyukseskan proyek ini.

Diharapkan, reaktivasi jalur ini dapat mendukung mobilitas masyarakat Situbondo, Bondowoso, hingga, Jember, sekaligus menghidupkan kembali potensi ekonomi kawasan tersebut.

Pihak terkait pun optimis bahwa jika semua hambatan teratasi, proyek ini akan menjadi solusi transportasi yang berdampak besar bagi masyarakat di wilayah Bondowoso. (faq/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#rel #panarukan #Kereta #Bondowoso