Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Limbah MBG di Bondowoso Dipilah Untuk Dimanfaatkan, Takaran Porsi Disesuaikan Oleh Ahli Gizi

Radar Digital • Jumat, 24 Januari 2025 | 19:42 WIB

 

HARI PERTAMA: Siswa di MTsN 2 Bondowoso saat menikmati MBG. Baru 12 sekolah yang menerima program ini.
HARI PERTAMA: Siswa di MTsN 2 Bondowoso saat menikmati MBG. Baru 12 sekolah yang menerima program ini.
 

BADEAN, Radar Ijen - Di balik pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di Bondowoso, ada masalah limbah yang tak kalah perlu diperhatikan. Meskipun wadah makanan bukan bahan sekali pakai, tetap saja ada potensi limbah makanan dari program besutan Presiden Prabowo Subianto ini.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bondowoso Mila Afriana Agustin memastikan bahwa pihaknya sangat memperhatikan limbah yang ditimbulkan program MBG ini. "Kami sudah edukasi pilah-pilah sampah ke seluruh anggota (SPPG)," ucap Mila kepada Jawa Pos Radar Ijen, pada Kamis (23/1) kemarin.

Di samping itu, Mila pun memastikan bahwa hal itu sudah bisa dimulai oleh para anggotanya. Sebab menurutnya, perlu ada percepatan dalam penyempurnaan program MBG ini dalam segala aspek, termasuk mengatasi masalah limbah makanan. "Dan sudah mulai dilaksanakan. Edukasi akan terus dilakukan untuk membiasakan memilah sampah," ujar Mila.

Di sisi lain, untuk melibatkan banyak kontribusi atau kehadiran SPPG ini terhadap masyarakat sekitar, pihaknya juga mempersilakan masyarakat sekitar SPPG untuk memanfaatkan limbah yang ada. "Terkadang juga ada warga sekitar yang memanfaatkan untuk pakan ternak dan lain-lain," imbuhnya. Dan dia pun memastikan bahwa hal itu sudah sesuai dengan arahan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bondowoso.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Jawa Pos Radar Ijen, bahwa limbah makanan dari program MBG ini berencana akan diperuntukkan untuk pakan ternak maggot. Hal ini menjadi salah satu solusi untuk mengatasi keberadaan limbah makanan. Sementara untuk dijadikan pakan ternak maggot, perlu ada pemilahan sampah antara sampah organik dan sampak anorganik.

Selain itu, banyak pula publik yang menanyakan tentang perbedaan ukuran menu antara siswa TK dan SMA. Mila pun memastikan bahwa ukuran porsi sudah disesuaikan dengan kapasitas umum para siswa. "Memang dibedakan sesuai takaran dari ahli gizi," imbuh Mila. Selain itu, pihaknya juga telah mencatat alergi beberapa siswa untuk membedakan menu-menu mereka. (hlb/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#Mbg #Bondowoso