Radar Jember – Bondowoso mempunyai segudang sejarah yang sayang sekali jika dilupakan. Liburan akhir tahun tidak hanya tentang bersenang-senang, tapi juga perlu adanya edukasi-edukasi tentang sejarah yang sayang sekali jika dilewatkan, saat berkunjung ke Bondowoso.
Kabupaten Bondowoso yang memiliki banyak sekali peninggalan situs-situs sejarah di era megalitikum, sebanyak 18 situs di delapan kecamatan. Banyaknya peninggalan sejarah megalitikum, menjadikan Bondowoso mendapatkan julukan kota megalitikum dari sejarawan.
Dengan banyaknya peninggalan sejarah, yang ada di Bondowoso, tentunya sangat terbuka bagi para wisatawan untuk mengenal sejarah yang ada disana. Seperti halnya situs Pakauman, Batu So’on, Gua Buto dan lain-lain.
Pakauman merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Grujukan, Bondowoso. Di dalam desa tersebut menyimpan situs sejarah berupa benda-benda sejarah megalitikum. Seperti Sarkofagus, Dolmen, dan Batu Kenong. Tentunya ini sangat menarik bagi para wisatawan yang ingin berlibur sambil menambah pengetahuan tentang sejarah.
Batu So’on menjadi peninnggalan sejarah yang tidak asing jika kita menyukai sejarah yang ada di luar negeri. Bentuknya seperti Stonehenge yang ada di Inggris, jika kita lihat dengan seksama sedikit banyak ada kemiripan. Tentunya tidak rugi jika kita menghunjungi batu Stonehenge versi lokal ini. Banyak sekali edukasi tentang sejarah yang kita dapatkan jika mengunjungi situs ini.
Gua Buto menjadi salah satu destinasi wisata yang harus dikunjungi bagi para wisatawan yang menyukai sejarah. Gua yang memiliki ukiran kuno dan narasi legenda seputar keberadaan seorang petapa di masa lalu ini, menjadi salah satu destinasi yang menarik bagi penjelajah sejarah dan kebudayaan. Gua yang memiliki akses yang cukup sulit ini, memanjakan mata ketika sudah sampai di dalamnya.
Perjalanan mempelajari sejarah sembari liburan di kota Bondowoso, kurang afdhol jika tidak di tutup dengan mengunjungi museum kereta api Bondowoso. Stasiun kereta api yang sudah tidak berfungsi, dimanfaatkan untuk museum. Transformasi menjadi museum pada 17 Agustus 2016, menjadi awal bagi stasiun dengan sejarah kelam itu di museumkan.
Editor : Radar Digital