Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Gunung Raung Alami Erupsi, Begini Data Dari Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

Radar Digital • Rabu, 25 Desember 2024 | 02:26 WIB

KELUARKAN ASAP: Detik detik gunung raung saat terjadi erupsi, (24/12)
KELUARKAN ASAP: Detik detik gunung raung saat terjadi erupsi, (24/12)
 

WRINGIN, Radar Ijen - Gunung api Raung yang terletak di tiga wilayah yaitu Bondowoso, Jember, dan Banyuwangi  kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan, kemarin (24/12) peristiwa itu terjadi pukul 09:30 WIB, gunung api ini mengalami erupsi dengan kolom erupsi setinggi 2.000 meter di atas puncak, atau sekitar 5.332 meter di atas permukaan laut. Kolom erupsi berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang bergerak condong ke arah timur. Erupsi tersebut tercatat pada seismogram dengan amplitudo maksimum 32 mm, berlangsung selama lebih dari 4 menit.

Kepala Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dr. Ir. Muhammad Wafid menjelaskan bahwa kejadian erupsi Gunung Raung adalah fenomena yang wajar mengingat gunungapi ini saat ini berada pada status Level II (Waspada), yang telah diberlakukan sejak 19 Desember 2023. "Aktivitas Gunung Raung menunjukkan fluktuasi dan potensi erupsi yang dapat terjadi sewaktu-waktu, mengingat gejala kegempaan yang terus teramati dalam beberapa minggu terakhir," ujarnya.

Berdasarkan hasil pengamatan visual antara 1 hingga 23 Desember 2024, Gunung Raung terlihat jelas, meskipun terkadang tertutup kabut. Hembusan gas yang keluar dari puncak gunung umumnya berwarna putih dengan intensitas yang bervariasi, mulai dari tipis hingga tebal, dan dapat teramati hingga ketinggian 500 meter. Selain itu, tercatat sebanyak 197 kali gempa hembusan, tiga kali gempa vulkanik dangkal, serta gempa-gempa lainnya, yang menunjukkan aktivitas geologi yang cukup tinggi di sekitar gunung.

Pada pagi hari ini, selain erupsi utama pada pukul 09.30, terdapat tiga erupsi susulan yang terjadi pada pukul 10:25, 10:31, dan 10.35. Meskipun kolom erupsi dari tiga kejadian tersebut tidak dapat diamati secara langsung karena tertutup kabut, pengamatan seismograf menunjukkan amplitudo yang cukup signifikan, dengan durasi masing-masing erupsi antara 1 menit 54 detik hingga 3 menit 25 detik. Hasil rekaman ini mengindikasikan adanya potensi peningkatan aktivitas yang perlu diwaspadai.

Menurut Dr. Wafid, meskipun saat ini aktivitas vulkanik Gunung Raung belum menyebabkan ancaman bahaya yang lebih besar, masyarakat diminta untuk tidak mendekati kawasan dalam radius 3 km dari puncak gunung, terutama untuk menghindari lontaran batu pijar dan potensi hujan abu vulkanik yang dapat turun tergantung pada arah dan kecepatan angin.

"Pihak Badan Geologi telah melakukan koordinasi intensif dengan instansi terkait, seperti BNPB, BMKG, serta Pemda setempat untuk terus memantau perkembangan situasi," bebernya.
Badan Geologi juga mengimbau agar masyarakat tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak benar dan tidak bertanggung jawab mengenai kondisi Gunung Raung. "Untuk mendapatkan informasi yang akurat, masyarakat dapat mengakses aplikasi dan website Magma Indonesia, yang menyediakan data terkini tentang aktivitas vulkanik, gempa bumi, dan gerakan tanah di Indonesia," pungkasnya. (faq/bud)

Editor : Radar Digital
#Raung #gunung raung erupsi #Bondowoso