Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ternyata Ini Awal Mula Munculnya Kawah Ijen di Bondowoso yang Jadi Wisata Alam Langka Nomor Dua di Dunia

Radar Digital • Sabtu, 21 Desember 2024 | 17:10 WIB

 

Dok Radar Ijen PESONA IJEN: Inilah blue fire yang menjadi pesona Kawah Ijen. Selama libur lebaran, tercatat ada tujuh ribu lebih wisatawan yang ke Kawah Ijen melewati Bondowoso.
Dok Radar Ijen PESONA IJEN: Inilah blue fire yang menjadi pesona Kawah Ijen. Selama libur lebaran, tercatat ada tujuh ribu lebih wisatawan yang ke Kawah Ijen melewati Bondowoso.

Radar Jember – Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen yang terletak di Bondowoso dikenal sebagai satu-satunya tempat di dunia yang memiliki fenomena api biru. Kawah Ijen terbentuk sekitar 70 ribu tahun yang lalu, awalnya merupakan bagian dari kaldera Gunung Ijen Purba yang telah ada sejak 300 ribu tahun lalu.

Gunung Ijen Purba dengan ketinggian sekitar 3.500 meter di atas permukaan laut mencakup wilayah yang sekarang berada di empat kabupaten, yaitu Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, dan Jember.

Sekitar 70 ribu tahun lalu, Gunung Ijen Purba mengalami letusan besar yang menghasilkan kaldera berdiameter 15 kilometer. Letusan dahsyat ini juga memunculkan gunung-gunung kecil di sekitar dan di pinggir kaldera.

Hasil letusan Gunung Ijen Purba memiliki keunikan, hampir setara dengan letusan gunung di kawasan Danau Toba. Kaldera yang terbentuk pun menjadi salah satu yang terbesar di Jawa dengan diameter mencapai 15 kilometer.

Menurut literatur geologi, letusan eksplosif ini mengeluarkan material vulkanik sejauh 466 kilometer, sebagian besar ke arah utara. Erupsi besar tersebut menyebabkan dapur magma kosong, sehingga terjadi depresi yang membentuk kaldera. Setelah itu, sekitar 22 gunung api kecil muncul, tersebar di dinding kaldera dan area dalam kaldera yang mengering.

Gunung-gunung yang berada di dinding kaldera meliputi Gunung Merapi, Suket, Jampit, Ringgih, Pawenan, dan Rante. Sementara itu, gunung-gunung di dalam kaldera mencakup Kawah Wurung, Blau, Papak, Kukusan, serta Gunung Ijen, yang menjadi salah satu gunung api aktif saat ini.

Dari beberapa gunung yang ada di sekitar Ijen, hanya gunung Ijen yang sekarang masih aktif, seperti terdapat kompor yang memanas di bawah kawahnya. Sementara gunung-gunung lainnya sudah berstatus tidak aktif.

Keaktifan Kawah Ijen terlihat dari kemunculan fenomena api biru. Fenomena ini terjadi akibat interaksi tekanan gas H2S dengan belerang pada suhu tinggi, menghasilkan nyala api berwarna biru.

Blue flame bentuknya menyala seperti api pada kompor gas. Gas dari sistem magmatik di bawah Ijen keluar ke permukaan dan bereaksi dengan belerang pada suhu tinggi, sehingga menghasilkan api biru. (ving)

Editor : Radar Digital
#Kawah Ijen #Bondowoso