Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Soal Videotron di Taman Kota Bondowoso, Warga pun Bingung Kenapa Belum Difungsikan

Radar Digital • Sabtu, 14 Desember 2024 | 15:30 WIB
MENGHERANKAN: Keberadaan videotron di Bundaran Nangkaan sangat menyita perhatian publik. Apalagi sampai saat ini belum difungsikan.
MENGHERANKAN: Keberadaan videotron di Bundaran Nangkaan sangat menyita perhatian publik. Apalagi sampai saat ini belum difungsikan.

NANGKAAN, Radar Ijen - Keberadaan videotron di dua tempat berbeda, yakni di Bundaran Nangkaan atau Bundaran Monumen Adipura, dan di bundaran dekat Pasar Induk Bondowoso, ternyata sangat menyita perhatian publik. Hal yang menjadi sorotan adalah karena videotron tersebut juga belum pernah difungsikan. Selain itu, karena mengambil sebagian lahan pejalan kaki.

Salah satu pengendara yang sering melewati Bundaran Nangkaan, Khotibul Umam, mengatakan bahwa selama dia berbulan-bulan bolak-balik dari Maesan ke Bondowoso selalu melihat keberadaan videotron tersebut. Sebab, posisinya sangat strategis. Sangat menyita perhatian. "Kalau dari arah Maesan itu kan langsung terlihat, ya," ungkapnya.

Namun, yang membuat dia heran adalah mengapa sampai saat ini videotron tersebut belum juga difungsikan. Padahal videotron sudah berada di dua tempat itu selama berbulan-bulan. "Belum dihidupkan saja sudah menarik perhatian, apalagi dihidupkan kan. Pasti tambah menarik perhatian lagi. Belum lagi kalau malam, pasti sangat terang," ungkapnya.

Sementara itu, pengendara yang lain, Muhammad Fadil, mengatakan, dia juga heran videotron tersebut justru diletakkan di trotoar taman alih-alih menggunakan tiang. Sebab, pengalamannya berkunjung ke kota lain, sebagian besar videotron dipasang menggunakan tiang. "Karena, kalau pasangnya seperti ini kan mengurangi space pejalan kaki. Memang jarang ada pejalan kaki di sini," ungkapnya.

Namun, tetap saja, tegas Fadil, fungsi dibangunnya trotoar adalah untuk pejalan kaki, meskipun itu jarang dipakai. Keberadaan videotron di trotoar tidak hanya mengambil hak pejalan kaki, tapi juga mengganggu penampilan alami taman. "Kalau pakai tiang itu mungkin lebih enak dilihatnya, ya. Ya, intinya harus sesuai lah dengan fungsi dasar trotoar," imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, keberadaan videotron di Bundaran Nangkaan dan bundaran dekat Pasar Induk ternyata belum mendapatkan izin dari Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja (DPMPTSP Naker) Bondowoso. Izin akan dikonfirmasi ulang kepada pemohon pada akhir proses pengajuan izin, yakni akhir Desember nanti. (hlb/c2/bud)

 

Editor : Radar Digital
#Bondowoso