DABASAH, Radar Ijen - Satu-satunya TPS berjenis lokasi khusus di Bondowoso, yakni TPS di Lapas Kelas II B Bondowoso, diusahakan memiliki partisipasi pemilih sebanyak 100 persen.
Kepala Lapas Kelas II B Bondowoso Nunus Ananto mengatakan sebanyak 376 anggota binaan menggunakan hak pilihnya. Angka tersebut merupakan angka final setelah perubahan beberapa kali. "Pergeseran jumlah (DPT) itu pasti sering terjadi. Antisipasinya kita koordinasi dengan KPU, alhamdulilah koordinasi kita baik sekali dengan KPU," ungkapnya, Rabu (27/11).
Bukan tanpa alasan, perubahan DPT di lapas dikarenakan adanya perubahan jumlah warga binaan. "Karena ada yang bebas, ada yang baru, ada yang pergeseran dari lapas lain," ungkapnya.
Rinciannya adalah sebanyak 235 orang merupakan warga binaan bukan dari Bondowoso. Mereka hanya memilih gubernur dan wakil gubernur. "Yang Bondowoso hanya 141. Tetap kita salurkan," tutur Nunus.
Sebelumnya, terdapat 122 warga binaan yang sudah bebas dan disalurkan ke tempat mereka tinggal. "Untuk (DPT) tambahan ada 56 orang. Daftar pemilih khusus ada 52 orang," ungkap Nunus.
Nunus juga memastikan seluruh warga binaan menyalurkan hak pilihnya. "Insya Allah 100 persen. Sudah sosialisasi dengan divisi sosialisasi dan SDM dari KPU. Jadi kita menyalurkan semua hak mereka sebagai warga negara. Sehingga diupayakan tidak ada golput," imbuhnya.
Nunus juga menyebutkan terdapat dua warga binaan yang disabilitas. "Ada yang disabilitas. Pagi itu sudah diutamakan. Tadi tunanetra itu kita pandu. Dipastikan sifat rahasinya tetap terjamin," pungkas Nunus. (hlb)
Editor : Radar Digital