BADEAN, Radar Ijen - Pelaksanaan tiga kali debat publik Pilbup Bondowoso 2024 akhirnya ditutup dengan debat terakhir pada Selasa (19/11) kemarin. Status Unesco Global Geopark (UGG) kawasan Ijen menjadi salah satu topik paling seksi di debat terakhir ini. Irisannya, yakni pariwisata, juga menjadi yang paling panas dibicarakan.
Meski sempat dilanda hujan, animo pendukung kedua paslon ternyata tidak surut. Ribuan pendukung sama-sama mendukung kedua paslon dengan cara datang, meski hanya sebatas beberapa ratus meter dari lokasi debat. Namun, beruntung, kepadatan di luar lokasi debat tak berpengaruh terhadap jalannya debat yang kondusif.
Ketua KPU Bondowoso Sudaedi mengatakan, debat pertama dan kedua sudah terlaksana dan mendapat respon yang positif dari masyarakat Bondowoso. Pada kali dini, debat diisi dengan tema pajak, pengelolaan APBD, sumber daya Alam, lingkungan hidup, dan pariwisata. "Saya menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya aktivitas normal di sekitar lokasi debat," ungkap Sudaedi.
Sementara itu, Calon bupati paslon nomor urut 1, Abdul Hamid Wahid menekankan dunia pariwisata di Bondowoso untuk terus berkembang. Dia menyebutkan akan menggunakan dua cara untuk hal itu. "Pertama adalah event, nasional maupun internasional. Kedua pemasaran. Nantinya akan mengembangkan Bondowoso sebagai penyangga Bali," tutur Ra Hamid.
Sementara itu, calon bupati paslon nomor urut 2, Bambang Soekwanto mengaku akan melakukan intensifikasi dalam peningkatan retribusi untuk meningkatkan PAD sesuai dengan regulasi yang ada. "Transparansi melalui digitalisasi, wajib pajak, retribusi, ini yang telah berkontribusi pembangunan. Reward kepada retributor pajak, insya Allah tiap bulannya," ungkapnya. (hlb/bud)
Editor : Radar Digital