Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Melihat Produksi Singkong di Kabupaten Bondowoso Ini, Sekarang Harganya Mahal?

Radar Digital • Selasa, 15 Oktober 2024 | 22:29 WIB
MANIS: Anwar salah satu produsen Singkong di Kecamatan Binakal ketika memilih singkong untuk produksi tapainya.(HILMI BASKORO/RADAR IJEN)
MANIS: Anwar salah satu produsen Singkong di Kecamatan Binakal ketika memilih singkong untuk produksi tapainya.(HILMI BASKORO/RADAR IJEN)

Singkong Mahal Tak Ganggu Produksi 
Ambil dari Tamanan

TAMANSARI, Radar Ijen – Menjadi salah satu produk andalan Bondowoso, industri tapai telah banyak membantu perekonomian masyarakat Bondowoso. Olahan ini banyak diproduksi di Bondowoso, terutama di dua kecamatan, yakni Kecamatan Binakal dan Wringin. Sebab keduanya telah ditetapkan sebagai pusat produksi. Namun, harga singkong kini mengalami kenaikan.

Salah satu produsen tapai di Desa Sumber Tengah, Kecamatan Binakal, Anwar mengatakan pihaknya kini menghadapi permasalahan terkait bahan baku olahan tapai. Anwar mengeluh sebab singkong yang menjadi bahan baku tapai, kini terbilang mahal. Hal ini pun berakibat pada naiknya harga jual tapai. "Singkong memang tidak semurah dulu. Makin hari makin naik," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Namun, Anwar cenderung memaklumi kenaikan harga singkong sebab hal itu dibarengi dengan kualitas yang tersedia. Artinya, semakin mahal harganya semakin baik kualitas singkongnya. “Kebanyakan singkongnya dari Kecamatan Tamanan. Jadinya agak mahal. Kalau yang dari Binakal kualitasnya tidak sebagus singkong Tamanan,” ujarnya.

Namun, hal itu tidak mengurangi produksi tapai yang dilakukan oleh Anwar. Dalam satu kali produksi, yang masanya berlangsung selama dua hari, Anwar mengaku bisa menghasilkan tujuh kwintal tapai. Bahkan, di produsen yang skalanya lebih besar, bisa memproduksi tapai lebih dari satu ton. Anwar mengaku hanya produsen tapai rumahan yang skala produksinya tidak terlalu besar.

Untungnya, Anwar menyatakan, tapai yang diproduksinya tidak hanya dijual di Bondowoso. Namun, juga sudah merambah ke luar daerah. Jadinya, itu bisa memberi harga jual yang lebih tinggi dibanding dijual di Bondowoso saja. “Tapai yang saya produksi ini justru sedikit dijual di Bondowoso. Lebih banyak dijualnya ke Surabaya,” ungkapnya saat ditemui di rumahnya.

Anwar menambahkan, dia mengakui ada momen-momen tertentu penjualannya bisa sangat tinggi. Meskipun begitu, dia mengaku kebutuhan singkong tahun ini bisa terpenuhi. Berbeda dengan tahun lalu yang sempat kekurangan. “Sempat kekurangan singkong tahun lalu. Kalau sekarang sudah cukup,” pungkasnya. (hlb/bud) 

 

Editor : Radar Digital
#Bondowoso