Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Menengok Kondisi dan Nasib Stasiun-stasiun di Bondowoso, Ada yang Jadi Kafe, KOK BISA?

Radar Digital • Selasa, 15 Oktober 2024 | 22:26 WIB

 

BERSEJARAH: Kondisi Stasiun Grujugan kini disewa warga setempat untuk dijadikan kafe. Stasiun tersebut sudah lama tak beroperasi.(HILMI BASKORO RADAR IJEN)
BERSEJARAH: Kondisi Stasiun Grujugan kini disewa warga setempat untuk dijadikan kafe. Stasiun tersebut sudah lama tak beroperasi.(HILMI BASKORO RADAR IJEN)

Kini Ada yang Jadi Kafe

Hanya di Bondowoso yang Jadi Museum 

GRUJUGAN KIDUL, Radar Ijen – Terdapat lima stasiun kereta api di Bondowoso. Namun, hanya satu yang benar-benar berfungsi untuk bidang perkeretaapian. Yakni Stasiun Bondowoso yang difungsikan sebagai museum. Sementara empat lainnya, ada yang terbengkalai, ada yang disewakan untuk kafe.

Kepala Stasiun Bondowoso Sugeng Adiwiyono mengatakan semua stasiun yang di Bondowoso saat ini masih di bawah tanggung jawab PT Kereta Api Indonesia (KAI). “Kalau stasiun lama itu perawatannya masih tanggung jawab KAI. Ada di KAI yang mengurusi bagian aset, jadi itu tetap dirawat,” tuturnya.

Meskipun begitu, pria asal Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi itu mengatakan ada sebagian stasiun di Bondowoso yang disewakan untuk menjadi sebuah kafe. Seperti yang terjadi pada Stasiun Grujugan. “Kalau di Grujugan itu kontrak sewa. Dijadikan kafe. Daripada terbengkalai. Kalau yang lain masih seperti biasa,” tuturnya.

Dia juga menjelaskan, meskipun posisinya adalah Kepala Stasiun Bondowoso, Sugeng mengaku dirinya juga membawahi semua stasiun di Bondowoso. Terutama yang berkaitan dengan perawatan. “Saya juga sambil mengawasi stasiun yang lain. Jadi kalau ada apa-apa dengan Stasiun Prajekan, misalnya, itu ke saya,” ungkapnya.

Mantan kepala stasiun di Banyuwangi dan Probolinggo itu juga mengatakan, jika nantinya jalur kereta di Bondowoso kembali diaktifkan, pihaknya siap untuk menyiapkan semua stasiun untuk digunakan kembali. “Kalau mau diaktifkan kembali tinggal perbaikan saja. Atau memang beberapa stasiun butuh perbaikan yang banyak,” jelasnya.

Begitu juga dengan rel. Banyak rel yang komponennya hilang atau terkubur tanah. Namun, Sugeng mengakui perlu penggantian rel jika akan diaktifkan kembali. “Rel yang sekarang ini bisanya hanya untuk maksimal kereta lori. Kalau untuk seperti kereta lainnya belum bisa. Tapi selalu ada dana untuk menggantinya,” pungkasnya. (hlb/bud)

 

Editor : Radar Digital
#museum kereta #Bondowoso #Daop 9 Jember