Kini Ada yang Jadi Kafe
Hanya di Bondowoso yang Jadi Museum
GRUJUGAN KIDUL, Radar Ijen – Terdapat lima stasiun kereta api di Bondowoso. Namun, hanya satu yang benar-benar berfungsi untuk bidang perkeretaapian. Yakni Stasiun Bondowoso yang difungsikan sebagai museum. Sementara empat lainnya, ada yang terbengkalai, ada yang disewakan untuk kafe.
Kepala Stasiun Bondowoso Sugeng Adiwiyono mengatakan semua stasiun yang di Bondowoso saat ini masih di bawah tanggung jawab PT Kereta Api Indonesia (KAI). “Kalau stasiun lama itu perawatannya masih tanggung jawab KAI. Ada di KAI yang mengurusi bagian aset, jadi itu tetap dirawat,” tuturnya.
Meskipun begitu, pria asal Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi itu mengatakan ada sebagian stasiun di Bondowoso yang disewakan untuk menjadi sebuah kafe. Seperti yang terjadi pada Stasiun Grujugan. “Kalau di Grujugan itu kontrak sewa. Dijadikan kafe. Daripada terbengkalai. Kalau yang lain masih seperti biasa,” tuturnya.
Dia juga menjelaskan, meskipun posisinya adalah Kepala Stasiun Bondowoso, Sugeng mengaku dirinya juga membawahi semua stasiun di Bondowoso. Terutama yang berkaitan dengan perawatan. “Saya juga sambil mengawasi stasiun yang lain. Jadi kalau ada apa-apa dengan Stasiun Prajekan, misalnya, itu ke saya,” ungkapnya.
Mantan kepala stasiun di Banyuwangi dan Probolinggo itu juga mengatakan, jika nantinya jalur kereta di Bondowoso kembali diaktifkan, pihaknya siap untuk menyiapkan semua stasiun untuk digunakan kembali. “Kalau mau diaktifkan kembali tinggal perbaikan saja. Atau memang beberapa stasiun butuh perbaikan yang banyak,” jelasnya.
Begitu juga dengan rel. Banyak rel yang komponennya hilang atau terkubur tanah. Namun, Sugeng mengakui perlu penggantian rel jika akan diaktifkan kembali. “Rel yang sekarang ini bisanya hanya untuk maksimal kereta lori. Kalau untuk seperti kereta lainnya belum bisa. Tapi selalu ada dana untuk menggantinya,” pungkasnya. (hlb/bud)
Editor : Radar Digital