Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ada Wacana Aktifkan Jalur Rel di Bondowoso, Dibuat Kereta Wisata ke Kecamatan Ini? Simak Kelanjutannya

Radar Digital • Senin, 7 Oktober 2024 | 13:00 WIB
ANTIK: Penampakan gerbong kereta yang digunakan untuk ruang baca di Museum Bondowoso.(HILMI BASKORO/RADAR IJEN)
ANTIK: Penampakan gerbong kereta yang digunakan untuk ruang baca di Museum Bondowoso.(HILMI BASKORO/RADAR IJEN)

 

Masih Tunggu Arahan KAI

Rencana Kereta Wisata ke Wonosari

KADEMANGAN, Radar Ijen – Stasiun Bondowoso yang beroperasi sejak 1897 kini telah menjadi museum. Namun, kunjungannya tak pernah ramai. Aktivitas di sana pun tampak minim. Padahal, ada banyak koleksi barang-barang kuno yang berkaitan dengan kereta api yang disimpan di sana. Untuk mengatasi itu, kereta wisata pun direncanakan.

Kepala Stasiun Bondowoso Sugeng Adiwiyono mengakui terkait minimnya pengunjung museum. Beberapa tahun terakhir, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mulai menerapkan karcis dengan menjadikan Stasiun Bondowoso sebagai museum yang “serius”. Namun, sampai saat ini belum ada terkait terselenggaranya wacana tersebut.

Di sisi lain, Sugeng mengakui bahwa pengelolaan stasiun ini berada di bawah naungan perusahaan milik negara, PT Kereta Api Indonesia (KAI). “Memang kalau pengembangannya itu, semuanya dari KAI pusat. Mulai dari perencanaan sampai dengan pendanaan itu dari KAI pusat,” paparnya. Pihaknya pun tidak bisa serta merta memutuskan berbagai kebijakan.

Sugeng menjelaskan pihak pusat sebenarnya telah merencanakan pengembangan Stasiun Bondowoso. Yakni dengan mengaktifkan kembali jalur menuju stasiun di Wonosari. Namun, hanya untuk kereta wisata saja. “Rencananya pakai lori, sekadar untuk wisata saja. Tapi karena dananya besar, masih menunggu. Kalau relnya ada, tinggal pembenahan saja,” ungkapnya. 

Sugeng juga mengungkapkan, untuk pengembangan Stasiun Bondowoso perlu usaha dari berbagai pihak. Tak terkecuali masyarakat. “Sebenarnya kalau masyarakatnya beraspirasi, misal untuk mengaktifkan kembali jalur ke Panarukan, Pusat akan memprioritaskan. Karena jalur ini termasuk yang paling potensial untuk dihidupkan kembali,” pungkasnya.

Namun, menurutnya Pemkab Bondowoso juga memiliki peran tinggi untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki stasiun. “Beberapa waktu lalu Pemkab Situbondo dan Jember itu mengirim surat ke KAI pusat untuk pengaktifan jalur Kalisat ke Bondowoso dan ke Panarukan. Tapi Pemkab Bondowoso tidak mengajukan. Di sini menunggu dijemput bola,” ungkapnya. (hlb/bud)

 

Editor : Radar Digital
#Gerbong Maut #Kereta Api #Bondowoso