Masih Tunggu Arahan KAI
Rencana Kereta Wisata ke Wonosari
KADEMANGAN, Radar Ijen – Stasiun Bondowoso yang beroperasi sejak 1897 kini telah menjadi museum. Namun, kunjungannya tak pernah ramai. Aktivitas di sana pun tampak minim. Padahal, ada banyak koleksi barang-barang kuno yang berkaitan dengan kereta api yang disimpan di sana. Untuk mengatasi itu, kereta wisata pun direncanakan.
Kepala Stasiun Bondowoso Sugeng Adiwiyono mengakui terkait minimnya pengunjung museum. Beberapa tahun terakhir, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mulai menerapkan karcis dengan menjadikan Stasiun Bondowoso sebagai museum yang “serius”. Namun, sampai saat ini belum ada terkait terselenggaranya wacana tersebut.
Di sisi lain, Sugeng mengakui bahwa pengelolaan stasiun ini berada di bawah naungan perusahaan milik negara, PT Kereta Api Indonesia (KAI). “Memang kalau pengembangannya itu, semuanya dari KAI pusat. Mulai dari perencanaan sampai dengan pendanaan itu dari KAI pusat,” paparnya. Pihaknya pun tidak bisa serta merta memutuskan berbagai kebijakan.
Sugeng menjelaskan pihak pusat sebenarnya telah merencanakan pengembangan Stasiun Bondowoso. Yakni dengan mengaktifkan kembali jalur menuju stasiun di Wonosari. Namun, hanya untuk kereta wisata saja. “Rencananya pakai lori, sekadar untuk wisata saja. Tapi karena dananya besar, masih menunggu. Kalau relnya ada, tinggal pembenahan saja,” ungkapnya.
Sugeng juga mengungkapkan, untuk pengembangan Stasiun Bondowoso perlu usaha dari berbagai pihak. Tak terkecuali masyarakat. “Sebenarnya kalau masyarakatnya beraspirasi, misal untuk mengaktifkan kembali jalur ke Panarukan, Pusat akan memprioritaskan. Karena jalur ini termasuk yang paling potensial untuk dihidupkan kembali,” pungkasnya.
Namun, menurutnya Pemkab Bondowoso juga memiliki peran tinggi untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki stasiun. “Beberapa waktu lalu Pemkab Situbondo dan Jember itu mengirim surat ke KAI pusat untuk pengaktifan jalur Kalisat ke Bondowoso dan ke Panarukan. Tapi Pemkab Bondowoso tidak mengajukan. Di sini menunggu dijemput bola,” ungkapnya. (hlb/bud)
Editor : Radar Digital