Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Serunya Anak-anak di Bondowoso Ini Main Egrang Dari Batok Kelapa, Melatih Fokus, Pererat Pertemanan

Radar Digital • Minggu, 6 Oktober 2024 | 21:43 WIB

TRADISIONAL: Hussein Al-Haddar dan Ananta Haekal Ghailan Prasetiasaat bermain egrang bersama.(HILMI BASKORO/RADAR IJEN)
TRADISIONAL: Hussein Al-Haddar dan Ananta Haekal Ghailan Prasetiasaat bermain egrang bersama.(HILMI BASKORO/RADAR IJEN)
 

EGRANG batok kelapa, permainan tradisional yang telah ada sejak zaman dulu  kembali menarik perhatian di kalangan anak-anak. Banyak manfaat bermain egrang batok kelapa. Mulai dari mempererat hubungan pertemanan hingga melatih fokus.

Menurut cerita, sejarah egrang batok kelapa berakar pada budaya masyarakat Indonesia yang memanfaatkan batok kelapa sebagai alat permainan. Dahulu, egrang digunakan sebagai sarana hiburan sekaligus melatih keseimbangan dan ketangkasan. Permainan ini mengajarkan nilai-nilai tradisional, seperti kerja sama dan saling menghargai, yang masih relevan hingga saat ini.

Ananta Haekal Ghailan Prasetia, orang yang sering bermain egrang batok kelapa mengungkapkan kegembiraannya saat bermain egrang. Apalagi bersama teman-temannya. “Seru sekali, kita bisa tertawa dan bersenang-senang sambil berkompetisi,” ujarnya.

Bermain egrang batok kelapa bukan sekadar aktivitas fisik. Tetapi juga melatih fokus dan konsentrasi. Sehingga, jika ingin bermain permainan tersebut harus hati-hati agar tidak terjatuh. "Kalau tidak fokus, bisa-bisa kita kalah,” kata Haekal.

Dengan tantangan yang dihadapi, anak-anak belajar untuk lebih berhati-hati dan waspada, menjadikan permainan ini tidak hanya menyenangkan tetapi juga mendidik. Salah satu kelebihan egrang batok kelapa adalah kemampuannya untuk melibatkan semua orang tanpa memandang jenis kelamin. Baik laki-laki maupun perempuan bisa bermain dengan antusias. Hal ini menciptakan suasana inklusif yang membuat setiap anak merasa diterima dan memiliki kesempatan yang sama untuk bersenang-senang.

Permainan ini juga tidak gampang bikin jenuh. Variasi dalam cara bermain dan kompetisi sehat di antara teman-teman membuat egrang batok kelapa selalu menarik untuk dimainkan. Kegiatan ini membuat anak-anak terus ingin berlatih dan meningkatkan keterampilan mereka. “Setiap kali bermain, rasanya selalu ada yang baru,” tambahnya.

Dalam konteks yang lebih luas, melestarikan permainan tradisional seperti egrang batok kelapa sangat penting. Haekal berharap, permainan ini tidak akan punah dan bisa terus dimainkan oleh generasi mendatang. “Kita harus jaga supaya anak-anak nanti juga bisa merasakan keseruan ini,” ujarnya penuh semangat.

Pesan penting yang ingin disampaikan, egrang batok kelapa tak sekadar permainan, tetapi juga sebuah warisan budaya yang perlu dilestarikan. Dengan terus bermain dan mengenalkan permainan ini kepada anak-anak misalnya. (faq/sil)

 

 

Editor : Radar Digital
#Bondowoso