Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

VIRAL DI BONDOWOSO, Banyak Pohon Tabebuya, Jalan Kota Seperti di Jepang, Ternyata Ini Faktanya

Radar Digital • Sabtu, 5 Oktober 2024 | 16:13 WIB

 

SEPERTI SAKURA: Deretan pohon tabebuya yang tumbuh di Jalan Meyjen Sutoyo jadi spot favorit foto. (HILMI BASKORO/RADAR IJEN)
SEPERTI SAKURA: Deretan pohon tabebuya yang tumbuh di Jalan Meyjen Sutoyo jadi spot favorit foto. (HILMI BASKORO/RADAR IJEN)

DABASAH, Radar Ijen - Sejumlah sudut Bondowoso Kota kini dipenuhi mekar bunga dari tanaman tabebuya. Bentuk dan warnanya yang mirip bunga sakura membuat suasanya pun mirip dengan negeri Jepang. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bondowoso mengaku sudah menanamnya sejak tahun 2021.

Salah satu warga di Kelurahan Dabasah, Laili Alfizah mengakui kecantikan bunga tabebuya. Terutama saat mekar di jalan-jalan. "Warna-warnanya cerah dan bikin suasana jadi lebih segar. Banyak orang suka foto di depan pohonnya, karena memang eye-catching. Selain itu, bunga ini juga gampang tumbuh di berbagai tempat, jadi bisa bikin lingkungan kita lebih hijau," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Kabid Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati, DLH Bondowoso Syahrial Fari  menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penanaman bibit pohon Tabebuya sejak tahun 2021. Penanaman ini merupakan salah satu upaya memperindah ruang publik di Bondowoso yang juga berfungsi sebagai pohon pelindung. "Kami telah menanam pohon Tabebuya sejak 2021 lalu. Total ada 100 bibit yang ditanam di beberapa titik," ujarnya, Jumat (4/10).

Menurut Syahrial, beberapa lokasi penanaman pohon Tabebuya tersebut di antaranya di Jalan Mayjen Sutoyo yang kini banyak dibuat foto, Alun-alun Ki Bagus Asra, Taman Magenda, serta di sepanjang Jalan Sucipto dan Jalan Mawar. Pemilihan lokasi ini bertujuan untuk menambah kesejukan di kawasan strategis Bondowoso sekaligus meningkatkan estetika kota dengan bunga Tabebuya yang kerap bermekaran secara serempak.

Lebih lanjut, Syahrial menjelaskan bahwa pohon Tabebuya biasanya berbunga setiap tahun, namun di tahun ini, mekarnya bunga lebih spektakuler. "Setiap tahun bunga dari Pohon Tabebuya berbunga. Namun, di musim ini mungkin karena kemaraunya lebih panjang, sehingga bunganya bermekaran bersamaan dan tak gugur karena hujan," ungkapnya.

Selain pohon Tabebuya, DLH Bondowoso juga telah menanam ribuan pohon ayoman lainnya di kanan-kiri bahu jalan dan di ruang terbuka hijau (RTH) untuk menjaga keseimbangan ekosistem kota. "Jumlahnya ada sekitar 4 ribuan pohon," kata Syahrial. Pohon-pohon yang ditanam selain Tabebuya termasuk Pohon Angsana dan Tanjung.

Meskipun demikian, salah satu kekurangan dari tanaman tabebuya adalah bunganya yang gampang rontok sehingga mudah membuat jalanan kotor. Syahrial menegaskan bahwa DLH Bondowoso sudah memiliki solusi terkait masalah ini. "Ada petugas dari DLH yang membersihkan," ungkapnya.

Dengan demikian, DLH Bondowoso tidak hanya berfokus pada penghijauan dan keindahan, tetapi juga memastikan kebersihan dan kenyamanan masyarakat kota tetap terjaga. Pohon Tabebuya dan berbagai pohon ayoman lainnya di Bondowoso diharapkan mampu menjadi ikon baru kota, memberikan kesejukan, serta mempercantik ruang publik Kota Tape ini. (hlb/bud)

 

Editor : Radar Digital
#Bondowoso #pohon tabebuya