TENGGARANG, Radar Ijen - Setelah menunggu puluhan tahun lamanya, akhirnya gedung DRPD Bondowoso mulai direnovasi. Beberapa titik dan ruangan tertentu saat ini sudah mulai dirombak. Sebenarnya, renovasi tersebut sudah direncakan sejak tahun 2021. Namun karena terkendala wabah Covid-19 akhirnya baru terlaksana tahun ini.
Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir menjelaskan, penundaan rehab ruang kerja pimpinan ditunda karena anggaran perbaikan tersebut dialihkan ke beberapa program lainnya yang cukup mendesak. "Karena memang mendesak dan tidak ada anggaran, maka rehab ruang kerja ditunda," ungkapnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, proses perbaikan dilakukan oleh sejumlah pekerja dari pihak rekanan pemenang tender. Mereka mulai merombak bagian atap ruangan di beberapa titik. Selama proses perbaikan, tampak sebagian aktivitas di lingkungan sekretariat DPRD berpindah ke lantai satu.
Legislator PKB Bondowoso itu menjelaskan, penundaan perbaikan gedung DPRD tahun 2021 karena anggaran dialihkan ke program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) yang diperuntukan Madrasah Diniah (Madin). "Jadi waktu itu anggaran Bosda Madin yang semula enam bulan tinggal satu bulan, jadi pimpinan mengambil kebijakan untuk menunda perbaikan gedung dan anggaran dialihkan ke Bosda Madin," bebernya.
Pria asal Tegalmijin, Kecamatan Grujugan itu mengaku dengan dilakukan perbaikan tersbeut, maka diharapkan kinerja-kinerja para anggota DPRD juga harus disertai semangat yang tinggi. "Jadi untuk harapan tentunya jika gedungnya sudah dipercantik, maka kinerja dari setiap anggota juga semakin giat," pungkasnya. (faq/bud)
Editor : Radar Digital