Kembali Bumikan Tarian Zafin
CURAHDAMI, Radar Ijen - Beragam gelaran dalam menyambut bulan maulid masih ada di sejumlah wilayah di Bondowoso. Lazimnya kegiatan itu dilakukan oleh masyarakat umum. Namun berbeda di kecamatan Curahdami. Mereka justru melakukan gelaran memperingati hari kelahiran nabi Muhammad SAW dengan memberdayakan beragam budaya lokal. Salah satunya yaitu parade zafin.
Camat Curahdami, Raden Saudia Yourdan Islami Taufik menjelaskan, pihaknya melakukan acara dengan melibatkan beragam seniman. Hal itu juga untuk melestarikan budaya lokal. "Sengaja kami beri wadah bagi para pegiat seni, salah satunya para zafin ini, selain itu juga banyak lagi kebudayaan lokal khas Curahdami," ucapnya.
Menurutnya, memang tarian zafin memang bukan tarian khas masyarakat lokal. Namun terdapat perbedaan yang merupakan seni murni dari lokal Curahdami. Mulai dari kostum hingga tariannya. Untuk regenerasi, memang yang ditampilkan para penari yang masih relatif muda. Mulai dari pelajar hingga dewasa.
Yourdan mengaku, sejauh ini memang masih jarang memberikan panggung pagi pegiat kesenian khususnya tarian zafin. Oleh sebab itu, dengan gelaran festival maulid Kecamatan Curahdami sekaligus memberdayaan kesenian tersebut. "Dampaknya banyak, mulai dari perputaran ekonomi masyarakat sekaligus memberikan apresiasi terhadap para pegiat seni," katanya.
Dia juga mengaku, Curahdami memang mempunyai kelompok gambus yang sudah cukup dikenal oleh warga sekitar. Yakni kelompok music yang mengiringi tarian zafin. Namun seiring berjalannya waktu banyak masyarakat yang mulai terlena dengan joget-joget ala pargoy. Maka dari itu, pihaknya ingin mempertahankan kesenian khas yang memang sempat tenggelam. "Ini kali kedua kami menggelar festival, dan kami tekankan kegiatan ini murni dari swadaya masyarakat tanpa APBD," ujarnya. (faq/bud)
Editor : Radar Digital