Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Homestay di Bondowoso Ini Bikin Kamu Relaksasi, Berasa Kembali ke Jaman Belanda

Radar Digital • Minggu, 29 September 2024 | 20:31 WIB
MENINJAU: Petugas saat melihat beberapa kamar Homestay Catimor yang terletak di Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen.(FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN) 
MENINJAU: Petugas saat melihat beberapa kamar Homestay Catimor yang terletak di Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen.(FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN) 

Pertahankan Interior Kuno 

Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, memiliki daya tarik bagi para wisatawan yang ingin menikmati suasana khas peninggalan kolonial Belanda. Salah satu penginapan yang menawarkan pengalaman unik tersebut adalah Homestay Catimor, yang dikenal dengan desain bangunannya yang kuno dan klasik. 

Menurut petugas Homestay Catimor, Farhan mengatakan, bangunan ini menyimpan sejarah panjang sejak zaman kolonial, dengan seluruh elemen bangunan yang mempertahankan keaslian desain Belanda.

Homestay yang terletak di kawasan PTPN 1 Regional 5 Bondowoso ini terdiri dari 40 unit kamar yang semuanya merupakan peninggalan dari masa penjajahan Belanda. Meskipun sudah berusia puluhan tahun, bangunan ini tetap kokoh dan memberikan pengalaman nostalgia. 

Perjalanan menuju Homestay Catimor hanya membutuhkan waktu sekitar 10-20 menit dari kantor kecamatan, sehingga mudah diakses. Salah satu yang menjadi ciri khas utama dari Homestay Catimor adalah arsitektur bangunannya. “Dindingnya terbuat dari anyaman bambu yang dilapisi kapur, dan berbagai furniture kuno seperti ranjang kayu, kursi rotan, serta cermin besar yang tertempel di dinding,” ungkap Farhan. 

Semua elemen ini dirancang untuk menjaga suasana otentik dari era kolonial Belanda, sehingga tamu dapat merasakan suasana tempo dulu yang jarang ditemui di penginapan modern saat ini.

Meskipun bangunan ini berada di kawasan kaki Gunung Ijen yang dikenal memiliki suhu sangat dingin, Homestay Catimor tetap terasa hangat di dalam kamar. Hal ini disebabkan oleh material bangunan yang dirancang sedemikian rupa agar dapat menjaga suhu ruangan tetap nyaman meskipun di luar sangat dingin. “Walaupun hawanya dingin, kamar di homestay ini tetap terasa hangat,” tambah Farhan.

Terdapat dua kategori utama kamar di homestay ini, yaitu kamar peninggalan Belanda dan kamar dengan desain modern. Untuk kamar peninggalan Belanda, nama-nama yang diberikan juga terinspirasi dari sejarah. “Kami menamai kamar-kamar ini Pasumah dan Blue Ocean,” jelas Farhan. Sedangkan untuk kamar dengan desain modern yang lebih baru, nama yang dipilih adalah Cattura.

Homestay Catimor menawarkan bukan hanya sekadar tempat untuk menginap, tetapi juga pengalaman sejarah dan suasana yang berbeda bagi para wisatawan. Dengan arsitektur jadul dan suasana hangat yang unik, homestay ini berhasil menjadi destinasi menarik di Bondowoso, terutama bagi mereka yang ingin menjelajahi keindahan alam Gunung Ijen sambil merasakan warisan sejarah dari masa kolonial. (hlb/dhi)

 

Editor : Radar Digital
#homestay #wisata bondowoso #Bondowoso