KADEMANGAN, Radar Ijen - Rabu (18/6) kemarin, hasil penelitian administrasi pendaftaran CPNS sudah diumumkan secara serentak. Dengan 62 pendaftar dan 59 yang men-submit, hanya satu CPNS di Bondowoso yang dinyatakan lolos ke tahap selanjutnya, yakni ke tahap seleksi kompetensi dasar (SKD).
Namun, pelamar yang tidak lolos tersebut masih berkesempatan untuk mengakukan sanggahan.
Hal itu disampaikan oleh Kabid Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Pegawai ASN di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bondowoso M Munir pada Rabu (18/6) kemarin.
"Dari 59 yang men-submit, hanya 58 yang lolos. Sementara satu orang dinyatakan tidak lolos," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.
Namun, dalam masa sanggahan yang akan berlangsung pada 20 sampai 22 September nanti, pelamar tidak boleh untuk mengubah kembali, mengunggah kembali dokumen, memperbaiki, menambah dokumen ataupun menambahkan informasi tentang dirinya di pendaftaran. Proses sanggahan ini hanya dimaksudkan hanya jika kesalahan bukan ada di pelamar.
Munir juga mengungkapkan terdapat total 63 pendaftar pada proses rekrutmen CPNS tahun ini. Namun, hanya 95,15 persen saja yang sudah men-submit seluruh tahapan pendaftaran. "Tapi yang submit 59 (pendaftar, Red)," ungkap Munir. 59 pelamar ini pun tidak memenuhi semua formasi yang telah disediakan. Otomatis sejumlah formasi kosong alias tidak ada pendaftar.
Munir menyebutkan bahwa formasi yang kosong tersebut meliputi satu formasi dokter umum masing-masing di Puskesmas Sukosari dan Taman Krocok.
Sedangkan di Puskemas Wringin hanya formasi dokter umum saja yang dilamar. Kemudian, Puskemas Tegalampel yang dibuka untuk formasi khusus dari penyandang disabilitas, juga tidak ada pelamar. Total, ada empat formasi yang masih kosong.
Sementara itu, terdapat lima formasi di lima puskesmas yang hanya mendapat masing-masing satu pelamar. Munir mengingatkan, memang peluang untuk lolos sangat besar sebab tidak ada pesaing. Namun, tetap saja, pelamar harus memenuhi syarat tertentu.
"Pelamar aman dinyatakan diterima tentu dengan syarat lolos passing grade. Kalau tidak lolos ya wassalam. Maka belajar tetap menjadi keharusan," pungkas Munir. (hlb/bud)
GRAFIS
Pendaftar Dokter Umum:
Terbanyak:
- RSUD dr Koesnadi: 4 pendaftar
Tersedikit:
- Kotakulon, Pakem, Tamanan, Tlogosari, dan Wringin: masing-masing 1 pendaftar.
Pendaftar Dokter Gigi:
Terbanyak:
- Curahdami, Kotakulon, Klabang: masing-masing 5 pendaftar
Tersedikit:
- Sempol, Prajekan, Pakem: masing-masing 2 pendaftar