Radar Jember – Bondowoso sebuah kabupaten di Jawa Timur, semakin menarik perhatian wisatawan berkat keberadaan bangunan peninggalan zaman kolonial Belanda yang memiliki nilai sejarah dan arsitektur unik.
Salah satu yang mulai populer adalah Pesanggrahan Sumber Wringin, yang kini dikenal dengan nama Pesanggrahan The Raung.
Bangunan ini berdiri di lahan seluas satu hektar di Desa Sumberwringin, Kecamatan Sumberwringin, sekitar 35 km dari pusat kota Bondowoso.
Bangunan ini dikenal dengan sebutan "kamar bola" karena bentuk setengah lingkaran pada bagian depan bangunan yang mirip dengan bola.
Menurut Arif Setyo Raharjo, Kepala Bidang Pariwisata Disparpora Bondowoso, "Kami fungsikan semacam homestay. Selain sebagai basecamp pendaki yang hendak mendaki ke Gunung Raung."
Bangunan ini terdiri dari tiga bagian utama. Aula setengah lingkaran di bagian depan yang berfungsi sebagai ruang pertemuan, kamar-kamar di bagian tengah, dan beberapa ruangan di bagian belakang.
Gaya arsitekturnya yang kokoh dengan pondasi tinggi, pintu dan jendela yang lebar, serta konsep kamar yang saling terhubung, menunjukkan ciri khas bangunan kolonial Belanda.
Pesanggrahan ini awalnya digunakan sebagai tempat peristirahatan penguasa kolonial, berkat lokasinya di lereng Gunung Raung yang sejuk.
Kini, bangunan ini dirawat oleh Dinas Pariwisata Bondowoso dan telah direnovasi tanpa menghilangkan keaslian arsitekturnya.
Selain menjadi basecamp bagi pendaki Gunung Raung, rencana lain untuk masa depan adalah menjadikan tempat ini sebagai coffee techno park untuk memperkenalkan proses pengolahan kopi dari pascapanen hingga siap saji .
Selain Pesanggrahan The Raung, Bondowoso juga memiliki beberapa destinasi wisata bersejarah lain yang menarik.
Guest House Jampit, yang berlokasi di Desa Jampit, Kecamatan Sempol, merupakan destinasi favorit karena keindahan alamnya yang menyerupai pemandangan di Switzerland.
Lainnya adalah Catimor Homestay, yang berdekatan dengan Kawah Ijen, Kawah Murung, dan Air Terjun Blawan. Bangunan ini juga merupakan peninggalan zaman kolonial yang masih mempertahankan arsitektur klasik Eropa.
Destinasi bersejarah lainnya di Bondowoso adalah Museum Kereta Api Bondowoso, yang dulunya adalah stasiun kereta api Belanda dan kini menjadi museum yang menceritakan peristiwa sejarah penting, yaitu "Gerbong Maut".
Selain itu, Pabrik Pengolahan Kopi yang dibangun sejak tahun 1924 masih beroperasi hingga kini, menambah daya tarik wisata edukasi di Bondowoso .
Untuk pengalaman menginap yang berbeda, wisatawan dapat mengunjungi Loji Blawan yang kini dikenal sebagai Catimor Homestay.
Homestay ini, yang juga merupakan peninggalan zaman Belanda, menawarkan pengalaman unik dengan bangunan berarsitektur Eropa dan fasilitas pemandian air panas alami .
Dengan kekayaan sejarah dan alamnya, Bondowoso menawarkan beragam pilihan wisata yang tidak hanya mengedukasi tetapi juga memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pengunjung.
Editor : Radar Digital