Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jumlah Dokter di Bondowoso Diakui Masih Kurang, Tapi Pendaftar CPNS Dokter Sampai Sekarang Kosong!

Radar Digital • Jumat, 6 September 2024 | 13:45 WIB

 

laman daftar-sscasn.bkn.go.id
laman daftar-sscasn.bkn.go.id

KADEMANGAN, Radar Ijen - Jumlah dokter di Kabupaten Bondowoso dinilai belum memenuhi standar ideal yang ditetapkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Bondowoso Puspita Adie Kurniawati mengungkapkan bahwa saat ini hanya terdapat sekitar 35 dokter umum berstatus pegawai negeri sipil (PNS) yang bekerja di Bondowoso. Jumlah ini dinilai belum mencukupi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.

Menurut Puspita, BPJS menetapkan standar ideal satu dokter untuk melayani setiap 5.000 penduduk. "Jika mengacu pada jumlah ideal yang diterapkan oleh BPJS, maka kebutuhan dokter yang ideal adalah satu dokter untuk setiap 5 ribu penduduk," jelasnya.

Dengan jumlah penduduk Bondowoso yang mencapai lebih dari 700.000 orang, kebutuhan dokter jauh melebihi jumlah yang tersedia saat ini. Kondisi ini mengakibatkan Bondowoso belum mampu memenuhi standar pelayanan kesehatan yang diharapkan. “Untuk di Bondowoso belum memenuhi itu,” tambah Puspita.

Kekurangan jumlah dokter itu tentu berdampak pada kualitas layanan kesehatan. Terutama di daerah-daerah yang memiliki jumlah penduduk besar, namun minim tenaga medis.

Lebih lanjut, Puspita menjelaskan bahwa selain acuan dari BPJS, ada juga standar lain yang mengacu pada beban kerja dokter. Standar ini tidak lagi mengacu pada rasio satu dokter untuk 5.000 penduduk. Melainkan mempertimbangkan jumlah dokter dari berbagai status kepegawaian, termasuk PPPK dan dokter kontrak. “Dalam standar lainnya, yang mengacu kepada beban kerja, bukan lagi satu dokter banding 5 ribu penduduk. Tetapi, juga memperhitungkan dokter selain PNS atau ASN,” jelasnya.

Selain dokter PNS, Bondowoso juga mempekerjakan dokter PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) dan dokter kontrak untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis. Namun, meski ada tambahan tenaga dari dokter non-PNS, jumlah keseluruhan dokter di Bondowoso masih dianggap kurang untuk mencukupi beban kerja yang ada. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menambah jumlah tenaga kesehatan.

Dengan kekurangan tenaga dokter ini, Dinas Kesehatan Bondowoso diharapkan dapat segera mencari solusi untuk meningkatkan jumlah tenaga medis. Terutama dokter umum. Agar pelayanan kesehatan masyarakat di Bondowoso lebih optimal dan merata. (hlb/c2/bud)

 

Editor : Radar Digital
#CPNS #CPNS 2024 #Bondowoso